Sukses

Kepala Anda Pernah Terbentur? Hati-Hati Alzheimer!

Apakah kepala Anda pernah terbentur? Jika iya, Hati-Hati Alzheimer! Kenali hubungan antara kepala yang pernah terbentur dan penyakit Alzheimer oleh dr. Alvin Nursalim berikut ini.

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit Alzheimer? Penyakit Alzheimer berhubungan dengan adanya defisit neurologis yang menyebabkan penderitanya mudah lupa dan memiliki gangguan dalam melakukan berbagai kegiatan sehari-hari.

Sebuah penelitian berskala kecil menyimpulkan bahwa seseorang yang mengalami cedera kepala cenderung memiliki plak yang menumpuk di bagian tertentu pada otaknya. Tempat penumpukan plak ini sama dengan tempat di mana plak penyakit Alzheimer terjadi.

Yuk, kita bahas hubungan antara cedera kepala dengan Alzheimer lebih lanjut.

Penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah salah satu penyebab dementia. Dementia merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan adanya gangguan ingatan dan kemampuan intelektual untuk menjalani kegiatan sehari-hari. Walaupun Alzheimer lebih sering terjadi pada orang tua dibandingkan dengan orang usia muda, namun penyakit ini bukanlah bagian normal dari proses penuaan.

Gejala dari penyakit ini cenderung semakin buruk seiring berjalannya waktu. Sampai saat ini belum ada pengobatan pasti untuk menyembuhkan penyakit ini. Pasalnya, pengobatan yang ada saat ini hanya mampu memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer.

Hubungan cedera kepala dengan penyakit Alzheimer

Seseorang yang mengalami cedera kepala lebih rentan untuk mengalami dementia. Namun, mekanisme terjadinya hal tersebut masih belum diketahui hingga saat ini. Cedera kepala tersebut menyebabkan penumpukan plak, yang merupakan ciri khas dari penyakit Alzheimer.

Penelitian dilakukan untuk mempelajari 9 orang yang memiliki riwayat cedera kepala, biasanya kejadian cedera kepala terjadi antara 11 bulan sampai 17 tahun sebelum penelitian dilakukan. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa pasien dengan riwayat trauma kepala ternyata memiliki plak pada bagian otak yang bernama korteks singulata. Selain itu, pasien dengan cedera kepala juga menunjukkan hasil yang lebih buruk dalam hal pemusatan perhatian (fokus).

Penelitian yang dilakukan di Inggris dapat jadi sebuah kunci untuk mengungkapkan hubungan kedua penyakit ini. Namun demikian, hasil tersebut hanya didapatkan dari sebuah penelitian berskala kecil sehingga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dengan penelitian yang lebih besar dan lebih mendalam.

Namun, tentu tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya cedera kepala ketika berolahraga, berkendara, atau melakukan kegiatan aktivitas yang membutuhkan perlindungan ekstra. Karenanya, melindungi kepala Anda dengan baik dan benar untuk mengurangi risiko terjadinya cedera kepala ketika melakukan suatu kegiatan merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

0 Komentar

Belum ada komentar