Sukses

Daging Olahan dan Potensi Kanker Pankreas

Sebuah hubungan antara makan daging olahan, seperti bacon atau sosis, dan kanker pankreas telah dikemukakan oleh para peneliti di Swedia. Mereka mengatakan dengan hanya...

Sebuah hubungan antara makan daging olahan, seperti bacon atau sosis, dan kanker pankreas telah dikemukakan oleh para peneliti di Swedia. Mereka mengatakan dengan hanya mengkonsumsi sejumlah 50g daging olahan tambahan, sekitar satu sosis, setiap hari akan meningkatkan risiko kanker pankreas pada seseorang sebesar 19%. Tapi kemungkinan untuk berkembangnya kanker langka yang lainnya masih rendah. World Cancer Research Fund menduga, hubungan yang terjadi mungkin lebih ke penyakit obesitas.

Mengkonsumsi daging merah dan daging olahan telah dikaitkan dengan kanker usus. Akibatnya, pada tahun 2011, pemerintah Inggris mekomendasikan bahwa masyarakat tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 70g sehari.

Prof Susanna Larsson, yang melakukan penelitian di Institut Karolinska, mengatakan kepada BBC bahwa link ke kanker lainnya adalah "cukup kontroversial". Dia, seperti dilansir dari BBCNewsHealth, jumat (13/01/2012) menambahkan: "Telah kita ketahui bahwa mengkonsumsi daging dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal, tapi kita belum tahu banyak tentang hubungan mengkonsumsi daging dengan penyakit kanker lainnya."

Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer, menganalisis data berdasarkan 11 percobaan dan 6.643 pasien dengan kanker pankreas. Dalam studi ini, peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi daging olahan meningkatkan risiko kanker pankreas. Risiko meningkat sebesar 19% untuk setiap kali seseorang menambahkan 50g daging olahan ke dalam makanan sehari-hari mereka. Dan mengkonsumsi 100g tambahan akan meningkatkan risiko sebesar 38%.

Prof Larsson mengatakan: "Kanker pankreas memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah. Jadi akan lebih baik untuk melakukan diagnosa lebih dini, karena penting untuk memahami apa yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini.." Dia merekomendasikan supaya masyarakat dapat mengkonsumsi lebih sedikit daging merah.

Dr Rachel Thompson, wakil kepala penggalang dana ilmu pengetahuan di World Cancer Research Fund, mengatakan: "Kami akan kembali meneliti faktor di balik kanker pankreas tahun ini sebagai bagian dari Proyek Pembaruan terus-menerus kami, yang dimana seharusnya dapat menjelaskan lebih banyak terkait hubungan antara kanker pankreas dan daging olahan”

"Ada bukti kuat bahwa kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker pankreas dan studi ini dapat menjadi indikasi awal faktor lain di balik penyakit tersebut.” Tambahnya.

0 Komentar

Belum ada komentar