Sukses

Identifikasi Jenazah Melalui Gigi, Mungkinkah?

Identifikasi jenazah yang dilakukan pada umumnya hanya menggunakan anggota tubuh korban saja. Namun ternyata, identifikasi jenazah dapat pula dilakukan melalui gigi. Bagaimana identifikasi jenazah melalui gigi yang di maksud? Berikut info medisnya.

Identifikasi jenazah konon dapat dilakukan melalui gigi, namun mungkinkah hal ini? Pada kedokteran gigi, terdapat cabang ilmu yang dapat digunakan untuk kepentingan identifikasi seseorang yang telah meninggal atau autopsi melalui struktur rongga mulut dan giginya.

Hal tersebut mungkin untuk dilakukan karena gigi merupakan bagian terkeras dari tubuh manusia yang tahan terhadap ledakan, kerusakan akibat dari kecelakaan, serta tahan terhadap temperatur yang tinggi.

Tidak hanya struktur gigi yang bersifat demikian, tetapi tambalan pada gigi juga terbukti stabil pada keadaan yang ekstrim, seperti terkena api.

Dengan fakta tersebut, maka tidak bisa dipungkiri bahwa identifikasi jenazah melalui gigi memegang peranan yang cukup penting walaupun ada beberapa teknik identifikasi lainnya yang dapat dilakukan, seperti identifikasi jenazah melalui sidik jari, profiling DNA, dan rekontruksi wajah pada kondisi-kondisi tertentu.

Keperluan identifikasi ini biasanya adalah pada kondisi kematian yang berkaitan dengan kasus criminal, seperti pembunuhan dan serangan teroris; bencana alam seperti tsunami ; ledakan bom, juga kecelakaan transportasi, seperti kecelakaan pesawat, kereta api, serta kapal laut. Pada kondisi-kondisi seperti yang telah disebutkan, biasanya jenazah korban sulit untuk dikenali.

Faktor-faktor terkait kondisi gigi yang bisa membantu proses identifikasi mencakup hal-hal seperti: morfologi gigi, bentuk dan ukuran gigi, kerusakan pada gigi (seperti lubang gigi), jumlah gigi, tambalan pada gigi, penggunaan gigi palsu, posisi gigi, warna dan kelainan yang unik pada masing-masing gigi individu. Lubang pada gigi atau kelainan gigi yang dialami, contohnya seperti jumlah gigi yang berlebih (supernumerary) atau kelainan bentuk gigi, seperti bentuk peg shape akan memberikan informasi yang cukup spesifik mengenai jenazah yang di identifikasi.  

Data gigi yang dikumpulkan pada jenazah (post mortem) ini akan dicocokan dengan data korban semasa hidupnya. Tetapi, bila data semasa hidup korban (ante mortem) tidak ada, maka dengan identifikasi jenazah melalui gigi dapat diketahui informasi mengenai jenis kelamin, usia, ras, pekerjaan serta kebiasaan yang mungkin dilakukan korban semasa hidupnya. 

0 Komentar

Belum ada komentar