Sukses

Persiapan Mental Jelang Pernikahan

Persiapan mental jelang pernikahan adalah hal yang penting. Persiapan mental jelang pernikahan dilakukan agar pernikahan dapat berjalan dengan lancar. Sebenarnya, persiapan mental jelang pernikahan seperti apa yang di maksud? Berikut ulasannya.

Persiapan mental jelang pernikahan merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan. Pasalnya, pernikahan merupakan hal sakral di mana dua orang yang mempunyai latar belakang berbeda bersatu dalam satu ikatan.

Pernikahan tentunya harus didasari dengan cinta, komitmen, dan rasa saling menerima serta menghormati satu sama lain.

Tips persiapan mental jelang pernikahan menurut dr.Citra Fitri, Sp.KJ yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Aturlah emosi diri sendiri

Sangatlah wajar jika calon pasangan hidup Anda memiliki kebiasaan yang mungkin bertolak belakang dengan kebiasaan Anda. Pacaran dalam jangka waktu yang lama bukanlah jaminan untuk dapat memahami keinginan dan kebutuhan secara mendalam.

Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk menikah, sebaiknya kenali tingkat emosi pasangan Anda dan tingkat emosi diri Anda sendiri. Pengenalan ini akan membantu Anda agar tidak terpancing untuk saling membalas jika terjadi suatu konflik.

  • Komunikasi

Komunikasi tidak harus dilakukan secara verbal, melainkan juga melalui sentuhan, senyuman, lelucon, komentar, keinginan saling mendengarkan dan mendukung satu sama lain. Yang lebih penting, komunikasi bukanlah sekadar menanyakan apa hobinya atau apa makanan kesukaannya, tetapi juga mengenali kebutuhan emosionalnya. Usahakan untuk selalu berkomunikasi sebaik-baiknya dengan menggunakan hati. Selain itu, Anda juga jangan terlalu banyak mengeluh pada calon pendamping hidup Anda.

  • Resolusi Konflik

Setiap individu yang hidup pasti memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. Yang harus dimiliki pasangan sebelum menikah adalah kemampuan untuk mengatasi konflik yang mungkin terjadi.

Semua hal awalnya diselesaikan dan dipikirkan sesuai dengan cara "Anda dan dia", namun saat menikah semuanya harus berakhir dengan cara "kami". Artinya, jika semula keputusan didasarkan keinginan masing-masing individu, ketika sudah menikah keputusan harus dilakukan berdasarkan keinginan bersama. Kemampuan untuk mengatasi konflik yang memuaskan kedua belah pihak diperlukan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Seringkali pasangan masih memiliki ego yang tinggi dan tidak mau mengalah karena menganggap bahwa cara dia mengatasi masalah adalah yang paling baik.

  • Selalu berorientasi untuk belajar

Terlalu banyak berpikiran negatif akan membuat Anda curiga dan tak percaya pada pasangan. Padahal, semua kecurigaan tersebut belum tentu ada dasarnya. Rasa tak percaya ini bisa menjadi cikal-bakal kehancuran rumah tangga. Selain berpikir positif saat sudah menikah, cobalah juga untuk mengapresiasi pasangan Anda dan merespons keberhasilan ataupun kegagalan pasangan Anda dengan memandang bahwa hal tersebut adalah suatu proses pembelajaran diri.

0 Komentar

Belum ada komentar