Sukses

Wajah Mirip Berarti Jodoh: Mitos atau Fakta?

Wajah mirip berarti jodoh merupakan suatu ungkapan yang mungkin sering diucapkan oleh banyak orang. Namun, apakah ungkapan bahwa wajah mirip berarti jodoh ini merupakan fakta ataukah hanya mitos belaka? Berikut ulasannya.

Banyak orang yang beranggapan bahwa wajah mirip berarti jodoh. Namun, apakah anggapan bahwa wajah mirip berarti jodoh ini merupakan sebuah fakta ataukah hanya mitos saja?

Secara ilmiah, ternyata dapat dibuktikan bahwa jodoh mempunyai wajah yang mirip bukanlah sebuah mitos, tetapi benar adanya. Sebuah riset yang dilakukan menunjukkan bahwa pasangan yang menikah awalnya memang tidak ada kemiripan satu sama lain.

Namun setelah 25 tahun pernikahan, maka akan terjadi kemiripan wajah pasangan satu dengan yang lainnya. Selain itu, semakin bahagia pasangan pada suatu pernikahan, maka akan semakin mirip kedua wajah pasangan tersebut.

Menurut Robert Zajonc, seorang psikolog di Universitas Michigan, menyebutkan bahwa kemiripan wajah ini disebabkan oleh pertukaran emosi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Di dalam penelitian tersebut, faktor seperti kesamaan makanan selama bertahun-tahun berpengaruh pada penimbunan jaringan lemak sehingga hal ini juga berkontribusi terhadap kemiripan wajah, walaupun hal tersebut tidaklah krusial.

Selain itu, pasangan akan mengalami pertukaran ekspresi mimik wajah yang sama selama bertahun-tahun dan hal tersebut merupakan empati tersendiri sehingga membuat wajah semakin mirip.

Bukti dari ekspresi mimik berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Olaf Dimberg, psikolog dari Swedia, yang melakukan penelitian dengan mengukur kadar ketegangan di otot muka ketika ditunjukkan beberapa foto yang menunjukkan berbagai ekspresi. Pada foto yang menunjukkan kemarahan, maka orang yang melihatnya juga secara tidak sadar akan mempunyai ekspresi marah yang kurang lebih sama. Hal tersebut bisa terjadi akibat ekspresi wajah akan membuat emosi yang sama karena otot wajah juga berperan dalam mengatur aliran darah yang mengalir ke dalam otak.

Selain itu, pembuluh darah karotis yang terletak di dalam leher bertugas untuk memberikan pasokan darah ke dalam otak juga mempunyai percabangan pembuluh darah ke area wajah. Jadi, ketika otot wajah lebih rileks, maka aliran darah ke otak akan semakin banyak sehingga banyak bagian dari otak yang mendapatkan lebih banyak pasokan darah.

Ekspresi wajah, seperti tersenyum, akan memicu beberapa bagian di otak untuk membuat perasaan yang saling berhubungan, seperti kebahagiaan. Ketika sebuah pasangan memiliki mimik ekspresi wajah yang sama, maka mereka juga secara tidak langsung akan memiliki emosi yang sama, dan saling bersinergi satu sama lain. Dengan kata lain, mimik wajah akan membuat empati yang lebih kuat karena hal tersebut akan memicu perasaan yang lebih kuat dan lebih sinergis.

Kesimpulannya, pasangan akan lebih mirip satu sama lain karena mempunyai ekspresi wajah yang sama dalam waktu yang lama. Kemiripan wajah pasangan akan dimulai ketika keduanya berbagi ekspresi yang sama setiap harinya. Di dalam penelitian tersebut, semakin bahagia pernikahan seseorang, maka akan ditemukan kemiripan yang sangat kuat pada kedua pasangan tersebut.

0 Komentar

Belum ada komentar