Sukses

Jenis Muntah Anak dan Solusi untuk Menanganinya

Jenis muntah anak dapat berbeda-beda tergantung dari kondisi yang ia alami. Kenali jenis muntah anak dan solusi untuk menanganinya oleh dr. Melyarna Putri di sini.

Pernahkan si Kecil muntah? Muntah pada anak merupakan pengeluaran sejumlah isi saluran cerna. Bagi orangtua, terkadang hal ini bisa membuat sangat panik, apalagi apabila anak terlihat sangat sering muntah.

Namun, ada pula yang menganggap hal ini sepele. Sebaiknya, Anda tidak pernah meremehkan kondisi muntah pada anak, apalagi bila terjadinya muntah pada anak sangat sering.

Pasalnya, anak cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan dengan orang dewasa sehingga muntah, dimana sebagian isi muntah adalah cairan, apabila terjadi dalam frekuensi yang sering dapat membuat anak jatuh dalam kondisi dehidrasi.

Penyebab muntah pada anak bisa berbeda-beda. Setiap penyebab bisa memberikan ciri khas dari muntah yang dikeluarkan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui beberapa jenis muntah pada anak. Untuk mengetahui jenis muntah pada anak lebih lanjut, berikut penjelasannya:

1. Muntah menyemprot

Ketika seorang anak yang berusia di bawah 5 tahun baru saja terjatuh dari tangga dengan ketinggian 1 meter, anak tersebut bisa saja muntah menyemprot sebanyak 3 kali dalam beberapa jam terakhir. Muntah menyemprot yang menyertai kejadian trauma kepala pada anak ini harus mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan segera guna menghindari segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.

2. Muntah berwarna kehijauan

Cairan muntah yang berwarna kehijauan menandakan bahwa cairan muntah tersebut sudah mengandung cairan empedu. Cairan empedu diproduksi untuk mencerna beberapa komponen makanan dan cairan ini diproduksi di dalam kandung empedu. Ketika dibutuhkan maka cairan ini akan dikeluarkan pada saluran usus halus. Apabila warna kehijauan ada di dalam muntah pada anak Anda, hal ini menandakan adanya kemungkinan sumbatan pada saluran cerna. Adanya sumbatan ini harus segera dicari penangananya. Oleh karena itu, segeralah membawa anak Anda ke dokter bila menemukan kejadian muntah pada anak berwarna kehijauan.

3. Muntah berwarna merah kehitaman atau hitam pekat

Muntah berwarna kehitaman menandakan adanya perdarahan pada saluran cerna. Namun, hal ini perlu dipastikan terlebih dahulu ke dokter. Kondisi ini sebaiknya ditangani dengan mencari pertolongan secara segera ke klinik atau pusat kesehatan terdekat.

4. Muntah berwarna kekuningan

Muntah jenis ini pada umumnya tidak berbahaya. Muntah jenis ini bisa merupakan gejala awal dari kondisi peradangan saluran cerna. Namun, apabila muntah sering dan anak sudah menunjukkan tanda-tanda seperti lemas, rewel, gelisah, bagian bawah kelopak mata mencekung, maka segeralah bawa anak ke pusat kesehatan terdekat.

Apabila Si Kecil sedang mengalami muntah-muntah, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai tindakan pertolongan pertama. Tindakan pertolongan pertaman yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Berilah porsi makanan yang lebih kecil dan sering, daripada porsi makan banyak namun diberikan sekaligus. Hal ini untuk mengihindari kondisi refluks atau naiknya kembali makanan yang sudah masuk ke saluran cerna bagian bawah ke saluran cerna di atasnya yang kemudian akan dikeluarkan melalui mulut.

  • Jangan terlalu banyak bergerak setelah makan. Terlalu banyak pergerakan akan mengakibatkan refluks.

  • Tegapkan posisi anak Anda. Pasalnya, apabila anak Anda dalam posisi duduk dan berbaring akan membuat refluks anak semakin parah. Setelah selesai makan, usahakan selalu menggendong anak dalam posisi badan tegak.

  • Setelah selesai makan dan minum, berilah kesempatan pada Si Kecil untuk bersendawa. 

0 Komentar

Belum ada komentar