Sukses

Jenis Muntah Anak dan Solusi untuk Menanganinya

Tahukah Anda, muntah pada anak ternyata ada berbagai jenis, lho! Yuk, kenali berbagai jenis muntah pada anak dan solusi untuk menanganinya di sini.

Nyaris semua anak pernah mengalami muntah. Saat ini terjadi, mungkin orangtua bakal panik. Padahal, kondisi pengeluaran sejumlah isi saluran cerna ini tidak selalu berarti ada masalah serius. Perut kekenyangan atau tersedak dapat menjadi penyebab anak muntah.

Meski demikian, bukan berarti pula Anda menganggap ini sepele, apalagi bila terjadi sangat sering. Pasalnya, anak-anak cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa.

Hal ini karena sebagian isi muntah adalah cairan. Apabila terjadi dalam frekuensi yang sering, tentu si kecil akan mudah dehidrasi.

Nah, agar Anda tidak salah mengenali muntah yang wajar dan tidak, penting untuk mengetahui beberapa jenis muntah pada anak secara umum.

1 dari 5 halaman

1. Muntah Menyemprot

Muntah menyemprot, atau dalam bahasa medis muntah proyektil, dimaknai sebagai keluarnya isi lambung secara menyembur atau menyemprot.

Penyebab anak muntah menyemprot salah satunya stenosis pilorus. Ini adalah penyempitan pada bagian yang menghubungkan lambung dan usus duodenum. Kondisi tersebut umumnya dialami bayi yang baru lahir.

Selain stenosis pilorus, muntah menyemprot bisa terjadi akibat trauma pada kepala anak. Muntah menyemprot yang menyertai kejadian trauma kepala pada anak harus mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan segera.

Pasalnya, muntah menyemprot menjadi pertanda meningkatnya tekanan intrakranial dan salah satu tanda kegawatdaruratan.

Jika anak mengalami jenis muntah ini, terutama setelah terjatuh atau terbentur, bawalah ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa.

 Artikel Lainnya: Anak Sering Muntah Hanya pada Malam Hari? Ini Penyebabnya

2 dari 5 halaman

2. Muntah Berwarna Kehijauan

Cairan muntah berwarna kehijauan menandakan sudah bercampur cairan empedu. Cairan empedu diproduksi untuk mencerna beberapa komponen makanan.

Ketika dibutuhkan, cairan ini akan dikeluarkan pada saluran usus halus. Apabila warna kehijauan ada di dalam muntah pada anak Anda, hal ini menandakan adanya kemungkinan sumbatan pada saluran cerna.

Adanya sumbatan ini harus segera ditangani. Oleh karena itu, segeralah membawa anak ke dokter bila menemukan kejadian muntah pada anak berwarna kehijauan.

3 dari 5 halaman

3. Muntah Berwarna Merah Kehitaman Atau Hitam Pekat

Muntah berwarna kehitaman menandakan adanya perdarahan pada saluran cerna. Darah bercampur dengan asam lambung menyebabkan warna merah-cokelat kehitaman.

Perdarahan di saluran cerna bisa disebabkan oleh infeksi hingga penggunaan obat tertentu, misalnya obat antiinflamasi nonsteroid (OAINs).

Tak menutup kemungkinan, si kecil menelan darah akibat mimisan atau trauma lainnya sehingga saat dimuntahkan berwarna hitam.

Apabila anak muntah dengan warna kehitaman, janganlah panik. Perhatikan dahulu selama beberapa jam ke depan.

Apakah jenis muntah pada anak ini semakin sering muncul, atau apakah ada gejala penyerta lain, misalnya sakit perut, demam, lemah, tidak nafsu makan.

Apabila kondisi semakin lemah atau muntah hitam semakin banyak, segera bawa anak ke rumah sakit terdekat.

Diperlukan pemeriksaan fisik ataupun pemeriksaan penunjang, seperti cek laboratorium dan endoskopi untuk mencari tahu sumber perdarahannya. Transfusi darah bisa dipertimbangkan sesuai dengan kondisi si kecil.

 Artikel Lainnya: Anak Sering Muntah Saat Makan, Apa yang Salah?

 

4 dari 5 halaman

4. Muntah Berwarna Kekuningan

Jenis muntah pada anak berikutnya adalah muntah kekuningan. Muntah jenis ini pada umumnya tidak berbahaya. Namun, muntah berwarna kuning bisa merupakan gejala awal dari kondisi peradangan saluran cerna.

Apabila muntah sering dan anak sudah menunjukkan tanda-tanda, seperti lemas, rewel, gelisah, bagian bawah kelopak mata mencekung, segeralah bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.

Muntah pada anak-anak bisa menjadi hal yang sering mengkhawatirkan. Penyebabnya pun bisa beraneka ragam, seperti kekenyangan, guncangan atau trauma, hingga infeksi.

Perhatikan warna muntahan anak karena ini bisa menjadi penanda kondisi kesehatannya.

Jangan tunda membawa anak ke dokter apabila gejala muntah semakin parah, bahkan membuatnya lemas dan tidak bisa makan atau minum. Dengan pertolongan yang cepat, kondisinya bisa segera ditangani dengan baik.

Anda masih punya pertanyaan seputar cara mengatasi anak muntah atau masalah kesehatan lainnya? Tanyakan pada dokter melalui LiveChat dari aplikasi Klikdokter dari ponsel Anda.

(HNS/AYU)

1 Komentar

  • Fandi yulistiawan

    Anak saya muntah . Dok ..udah gak ad yg di keluarin. Perut kosong pas muntah lagi ada muntah warna hitam .tapi hbis itu udah gak muntah lagi . Dah sembuh ..kenapa ya dok .