Sukses

Mengenali Tanda-tanda Kekerasan pada Pasangan

Kekerasan pada pasangan kerap kali terjadi. Kekerasan pada pasangan tidak hanya terjadi secara fisik, namun emosional juga. Kenali tanda-tanda kekerasan pada pasangan yang mungkin saja terjadi bersama dr. Atika di sini.

Kekerasan pada pasangan dalam sebuah hubungan bukanlah hal yang jarang ditemukan saat ini. Kondisi kekerasan pada pasangan ini dapat dialami oleh siapapun, baik pria maupun wanita, yang berasal dari berbagai kalangan.

Sayangnya, tidak banyak yang mau terbuka akan kejadian kekerasan pada pasangan dalam sebuah hubungan. Kekerasan pada pasangan yang terjadi seringkali dianggap wajar, dicarikan pembenaran, disangkal, dan dilupakan secara terpaksa, walaupun salah satu pihak telah tersakiti.

Terlebih lagi untuk kekerasan yang bersifat psikologis, seringkali hal ini dianggap wajar dan biasa saja bila dibandingkan dengan kekerasan fisik.

Rasa malu dan takut mungkin mengintimidasi sang korban sehingga sang korban memilih untuk tetap merahasiakannya. Selain itu, rasa kasihan atas kemungkinan nasib pasangan bila dilakukan pelaporan ke pihak luar juga menjadi latar belakang mengapa kekerasan pada sebuah hubungan sering terjadi berlarut-larut.

Dalam konteks rumah tangga, kekerasan ini disebut domestic abuse atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Domestic abuse terjadi saat seseorang yang terikat pernikahan bertindak secara dominan dan mengontrol pasangannya, bahkan bisa berlanjut pada kekerasan secara umum atau domestic violence.

Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Dengan menyadari dan menangkap adanya tanda-tanda abusive atau kekerasan pada pasangan adalah langkah pertama untuk menghindarinya. Anda dapat mencurigai bahwa telah ada tanda-tanda kekerasan fisik maupun psikologis yang mendera Anda, bila Anda memiliki beberapa perasaan berikut:

  1. Seringkali muncul rasa takut terhadap pasangan saat bersama-sama dengannya
  2. Anda menahan diri untuk tidak membicarakan topik/masalah tertentu yang dikhawatirkan dapat memicu amarah pada pasangan
  3. Anda merasa bahwa Anda layak dan pantas disakiti
  4. Merasa lemah, pasrah, dan membiarkan pasangan bertindak semaunya

Selain itu, Anda juga dapat menentukannya dengan melihat tanda-tanda berikut pada pasangan Anda:

  1. Bila pasangan Anda mempermalukan dan menyebabkan Anda sedih
  2. Pasangan berteriak, mengkritik, atau bahkan menjatuhkan pendapat Anda
  3. Menyalahkan Anda akan tindakan kasar/keras yang dilakukan pasangan Anda
  4. Menganggap Anda sebagai objek/alat yang bisa digunakan tanpa memperhatikan perasaan Anda, memaksa Anda melakukan hal yang tidak Anda sukai, khususnya untuk masalah kekerasan dalam hubungan seksual
  5. Pasangan tidak mampu menahan amarah hingga menyakiti, memukul, atau mengancam membunuh Anda maupun anak-anak
  6. Mengancam akan membunuh dirinya sendiri bila Anda melakukan hal yang tidak disenanginya
  7. Pasangan sangat cemburu berlebihan, mengatur kegiatan dan memonitor Anda secara berlebihan atau terlalu bersifat posesif terhadap Anda. Hal ini merupakan tanda perilaku yang sangat mengontrol/membatasi ruang gerak Anda secara pribadi
  8. Membatasi Anda dari bertemu teman, keluarga, serta membatasi akses Anda terhadap uang, telepon, ataupun kendaraan yang Anda gunakan.

Semua orang memang bisa menunjukkan emosi dan tanpa sadar akan ikut serta mengeluarkan amarahnya. Namun, hal ini menjadi tidak wajar bila disertai tindakan menyakiti, memukul, dan mengancam seseorang. Kondisi seperti inilah yang disebut sebagak kondisi yang tidak sehat.

Bila Anda menyadari pasangan Anda telah bersikap yang merujuk pada tanda-tanda kekerasan pada pasangan, segeralah lakukan tindakan. Keluarlah dan putuskan rantai kekerasan tersebut, dan mintalah pertolongan.

0 Komentar

Belum ada komentar