Sukses

Gigi Anak Berlubang karena Pengaruh Genetik, Benarkah?

Gigi anak berlubang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Benarkah demikian? Berikut info medis dari drg. Arni Maharani

Gigi anak berlubang adalah salah satu masalah kesehatan anak yang sering dihadapi para orang tua.

Pasalnya, kondisi gigi anak berlubang cukup membuat stres para orang tua, apalagi jika kondisi gigi anak tersebut telah berubah warna menjadi coklat dan hitam, atau habis tinggal sisa akar giginya saja.

Belum lagi jika gigi berlubang tersebut menimbulkan infeksi hingga terjadi pembengkakan. Hal ini akan membuat anak menjadi rewel, susah makan, dan tidak bisa konsentrasi di sekolah.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan gigi serta mengurangi untuk mengonsumsi makanan manis yang mengandung gula merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan untuk memperkecil risiko terjadinya gigi berlubang.

Dari beberapa faktor terkait dengan proses terjadinya gigi berlubang, seperti bakteri, makanan, host/gigi, dan waktu, ternyata genetik seseorang juga mempengaruhi besar kecilnya risiko terjadinya gigi berlubang, baik pada anak maupun pada orang dewasa.

Gigi berlubang dan faktor genetik

Struktur lapisan email gigi, morphologi gigi, respon sistem imun terhadap bakteri kariogenik, dan komposisi air liur, serta laju alirannya adalah faktor yang juga mempengaruhi proses gigi berlubang dan terkait dengan genetik. Literatur tentang kontribusi dari genetik ini telah beberapa kali diulas dalam empat puluh tahun terakhir.

Gen yang mengatur sistem imun telah dikaitkan dengan terjadinya defek atau kelainan pada email gigi sehingga gigi rentan terhadap terjadinya lubang. Pertambahan jumlah koloni bakteri kariogenik yang merupakan penyebab utama gigi berlubang pun juga dipengaruhi oleh gen ini.

Pada orang-orang yang secara genetik mengalami intoleran terhadap fruktosa memiliki risiko lebih kecil terhadap gigi berlubang dibandingkan dengan orang normal. Hal ini dikarenakan asupan gula pada orang yang  mengalami intoleran fruktosa lebih kecil sehingga meringankan risiko gigi berlubang yang disebabkan oleh jenis makanan yang mengandung fruktosa.

Agar gigi anak tidak berlubang, bagaimana caranya?

Walaupun gigi berlubang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi maka risiko terjadinya gigi berlubang bisa berkurang. Selain itu, perhatikan juga kebiasaan makan dan minum anak yang terkait dengan gula, karena gula merupakan bagian dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari yang dapat menyebabkan gigi anak berlubang.

Disamping itu, jangan lupa juga untuk selalu kontrol ke dokter gigi atau dokter spesialis anak agar kemungkinan terjadinya gigi anak berlubang dapat berkurang.

    0 Komentar

    Belum ada komentar