Sukses

Fakta di Balik Mitos tentang Lemak yang Populer di Masyarakat

Tahukah Anda bahwa lemak tidak melulu jahat? Cari tahu fakta di balik mitos tentang lemak, agar Anda tidak salah lagi menyikapi nutrisi yang satu ini!

Mitos tentang lemak banyak beredar di masyarakat. Sayangnya, beberapa mitos tersebut sudah begitu populer sehingga ‘ditelan mentah-mentah’ oleh orang yang mengetahuinya. Selama ini Anda pasti sudah mengetahui bahwa lemak yang berlebihan di tubuh sangat tidak baik bagi kesehatan. 

Selain bisa meningkatkan risiko penyakit, kadar lemak berlebih di dalam tubuh juga bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas yang ujung-ujungnya mengganggu penampilan.

Di samping hal tersebut, tahukah Anda bahwa sebenarnya tubuh manusia juga memerlukan lemak? Nah, agar Anda tidak salah kaprah dengan senyawa yang satu ini, yuk, kenali fakta di balik mitos seputar lemak di bawah ini.

Artikel Lainnya: Tubuh Kekurangan Lemak, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

1 dari 2 halaman

Mitos Tentang Lemak yang Harus Anda Tahu

Ini adalah beberapa mitos tentang lemak beserta fakta medis yang sebenarnya:

  • Mitos 1. Makan Lemak Berarti Menambah Berat Badan

Memang benar bahwa lemak mengandung kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Namun, mengonsumsi lemak dengan jenis dan jumlah yang tepat justru merupakan bagian dari pola makan sehat dan seimbang. 

Dengan kata lain, bila jenis dan jumlah lemak yang dikonsumsi benar-benar sesuai, tentunya Anda tidak akan mengalami kenaikan berat badan. 

Faktanya, lemak merupakan zat nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Senyawa ini dicerna oleh tubuh lebih lambat daripada karbohidrat dan dapat merangsang pelepasan hormon rasa kenyang. 

Keluarnya hormon tersebut dapat mencegah Anda mengonsumsi makanan secara berlebihan. 

Selain itu, dengan mengonsumsi jenis dan jumlah yang tepat, Anda juga bisa merasakan manfaat lemak lainnya. 

Misalnya, mendukung produksi hormon, memperbaiki dinding sel-sel tubuh, mengoptimalkan kerja otak dan organ-organ lainnya.

Jenis lemak yang dimaksud di sini adalah lemak sehat (unsaturated fat). Lemak yang seperti ini dapat ditemukan pada alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, ikan salmon dan sarden.

Artikel Lainnya: Olahraga Sebelum Sarapan Bakar Lebih Banyak Lemak

  • Mitos 2. Mentega Tidak Baik untuk Kesehatan

Ada yang bilang bahwa mentega adalah salah satu makanan berbahan dasar lemak yang dapat menyebabkan dampak buruk apabila dikonsumsi meski hanya sedikit. Ternyata, ini hanyalah anggapan keliru belaka.

Studi terkini yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi mentega dalam kadar yang cukup atau tidak berlebih merupakan bagian dari pola makan sehat. 

Kendati demikian, jangan jadikan temuan tersebut sebagai alasan untuk menggunakan mentega di setiap menu makanan yang Anda konsumsi. Ingat, kuncinya adalah tidak mengonsumsi mentega secara berlebihan!

  • Mitos 3. Jangan Makan Telur Karena Dapat Meningkatkan Kolesterol

Mitos tentang lemak yang satu ini cukup populer. Beberapa orang takut untuk makan telur karena dituding dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Hal ini benar-benar keliru!

Pasalnya, 1 butir telur ayam mengandung 212 miligram kolesterol. Coba Anda bandingkan dengan kebutuhan kolesterol harian yang dianjurkan, yaitu maksimal 300 miligram. 

Tentu, makan satu butir telur dalam sehari bukanlah sebuah perbuatan yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi, bukan?

Lagi pula, telur itu sendiri mengandung zat gizi yang cukup lengkap. Misalnya, protein, vitamin A, vitamin B, vitamin D, vitamin E, dan lain-lain.  Sangat disayangkan bila Anda menghindari konsumsi telur sama sekali. 

Lantas, harus bagaimana jika ingin makan telur tanpa mengalami kolesterol tinggi? Triknya adalah dengan mengonsumsinya secara rasional. 

Dalam 1 hari, bila Anda sudah mengonsumsi telur, maka hindari untuk konsumsi makanan berlemak (kolesterol) lain. 

Dalam satu minggu, ada baiknya juga Anda membatasi konsumsi telur hanya sebanyak 3-5 butir saja. Ini dilakukan agar Anda juga mendapatkan sumber zat gizi yang bervariasi dari makanan lain. 

Artikel Lainnya: 5 Cara Menghilangkan Timbunan Lemak di Perut

  • Mitos 4. Hindari Segala Jenis Daging Jika Sedang Diet

Daging mengandung lemak, maka itu harus dihindari agar berat badan bisa turun ke rentang ideal. 

Hal ini memang benar, tapi tidak sepenuhnya. Lagi-lagi, yang sebenarnya harus Anda lakukan adalah memilih jenis daging yang tepat dan mengonsumsinya dalam jumlah seimbang.

Ya, Anda mesti pandai memilih jenis daging yang dikonsumsi, terutama ketika sedang diet menurunkan berat badan. Hindari daging yang memiliki banyak bagian lemak, dan masaklah dengan cara yang lebih baik. 

Sebisa mungkin, hindari memasak daging dengan suhu tinggi atau menggunakan banyak minyak. 

Ini dilakukan untuk menghindari transformasi lemak trans (lemak jahat) di dalam daging yang Anda masak. 

Jenis daging yang telah terproses juga sebaiknya dihindari. Salah satu contoh daging yang diproses, misalnya sosis. Ini karena kadar garam yang terkandung di dalamnya juga cukup tinggi.

  • Mitos 5. Sedang Berdiet? Minyak Zaitun Kuncinya!

Ini adalah mitos tentang lemak yang bisa membuat dompet Anda terkuras. Pasalnya, harga minyak zaitun tergolong tidak murah. 

Memang benar bahwa minyak zaitun merupakan sumber lemak baik, yang memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun, jangan membatasi diri Anda pada 1 jenis lemak ini saja ketika sedang berdiet. 

Ini karena Anda bisa mendapatkan pasokan lemak baik dari sumber lain, semisal kacang-kacangan, alpukat dan salmon.

Artikel Lainnya: Dampak Buruk Makanan Berlemak bagi Kesehatan Otak dan Tubuh

  • Mitos 6. Makan Lebih Sedikit saat Diet Agar Lemak Tubuh Berkurang

Mitos tentang lemak yang satu ini paling membuat orang-orang tidak tahan berdiet lama-lama. 

Ini karena dengan membatasi diri untuk benar-benar menghindari jenis makanan tertentu bisa membuat Anda merasa lemas dan tidak bertenaga.

Hal yang benar adalah tetap makan sebanyak 3 kali dalam sehari dengan makanan utama yang porsinya telah disesuaikan. 

Bila ternyata selama ini porsi makan Anda berlebihan, maka kurangi secara perlahan. 

  • Mitos 7. Mengurangi Makan Lemak Sudah Cukup untuk Turunkan Berat Badan

Menerapkan pola makan seimbang memang perlu dilakukan untuk menurunkan berat badan. 

Namun, hal tersebut tidak akan efektif jika tidak disertai dengan olahraga secara rutin dan teratur.

Perlu diketahui bahwa cara membakar lemak tubuh yang paling tepat adalah dengan berolahraga. 

Pengaturan diet dan olahraga adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ini adalah fakta tentang lemak yang mungkin belum dipahami oleh banyak orang!

Artikel Lainnya: Makanan Ini Ampuh Bakar Lemak dan Turunkan Berat Badan

Jadi, yang perlu dilakukan adalah mengatur jumlah makanan yang dikonsumsi, bukan serta-merta meminimalkan atau menghilangkannya. 

Ini penting agar tubuh tidak lagi mendapatkan asupan lemak secara berlebihan. Nah, untuk lemak yang sudah terlanjur menumpuk di tubuh, Anda bisa menghilangkannya dengan berolahraga. 

Lari, jogging, renang, bersepeda, adalah cara membakar lemak di tubuh yang efektif. Lakukan dengan teratur, misalnya 3-5 kali per minggu dengan durasi masing-masing selama 30 menit sampai 1 jam. 

Untuk orang yang memiliki indeks massa tubuh di atas normal (obesitas), Anda mungkin membutuhkan olahraga yang lebih intens agar berat badan bisa turun ke angka yang diharapkan. Anda dapat mengonsultasikan hal ini pada dokter atau ahli nutrisi.

Itu dia beberapa mitos tentang lemak beserta fakta medis yang ada di baliknya. Jangan sampai terjebak lagi, ya! Yuk, sikapi segala informasi yang didapatkan dengan lebih bijak, agar Anda tidak malah mengalami hal-hal merugikan setelahnya.

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai mitos atau fakta tentang lemak, tak perlu sungkan untuk bertanya langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar