Sukses

4 Keuntungan Kontrol ke Dokter Sebelum Sakit Gigi

Melakukan kontrol ke dokter sebelum sakit gigi terjadi merupakan tindakan yang menguntungkan. Apa saja keuntungan kontrol ke dokter gigi sebelum sakit gigi terjadi? Simak infonya berikut ini.

Sakit gigi berjuta rasanya bila sudah menyerang. Bahkan, sakit gigi yang menyerang dapat membuat penderitanya menjadi malas makan dan cenderung “bad mood” sehingga akan terasa berat untuk melakukan aktivitas hariannya.

Sakit gigi yang sering dialami oleh banyak orang ini biasanya terkait dengan gigi berlubang yang tidak dirawat. Selain itu, sakit gigi bisa juga disebabkan oleh gigi yang mengalami gangguan pertumbuhan atau impaksi gigi geraham bungsu.

Kebanyakan orang baru akan ke dokter gigi bila telah mengalami sakit gigi atau timbul gejala-gejala yang mengganggu. Jarang sekali ada orang yang kontrol ke dokter gigi ketika tidak ada keluhan sama sekali, dan mungkin sebagian orang malah bertanya “Buat apa ke dokter gigi bila tidak ada keluhan?“

Dengan kontrol ke dokter gigi sebelum terjadinya sakit gigi maka akan terdeteksi kelainan dan kerusakan pada gigi atau jaringan rongga mulut lainnya lebih awal. Dengan deteksi dini ini, ada beberapa keuntungan yang dapat Anda peroleh, yakni:

  1. Perawatan dan tindakan yang dibutuhkan untuk mengatasi kelainan atau kerusakan yang masih ringan akan lebih sederhana.

  2. Biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit dan murah bila dibandingkan dengan tindakan perawatan pada kasus kerusakan yang telah parah.

  3. Jumlah kunjungan untuk perawatan akan sedikit dan tidak memerlukan perawatan dengan tahapan yang panjang.

  4. Dengan melakukan control gigi secara dini juga akan menyebabkan risiko terjadinya keparahan dari penyakit sekitar rongga mulut dan gigi akan berkurang.

Kontrol ke dokter gigi secara berkala perlu dilakukan oleh semua usia, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa sampai pada orang tua. Kebutuhan akan seberapa seringnya kontrol tersebut dilakukan bergantung pula pada usia, kondisi kesehatan rongga mulut, dan penyakit sistemik yang dialami, seperti penyakit hipertensi, diabetes dan penyakit-penyakit lainnya.

0 Komentar

Belum ada komentar