Sukses

Ibu Hamil Sebaiknya Tidak Mengonsumsi Jahe

Segelas wedang jahe tentu sangat menyenangkan di kala cuaca sedang dingin. Hangat, manis, dan menyegarkan. Selain itu, apalagi manfaat jahe lainnya?

Hujan kembali datang. Ketika udara dingin seperti ini, segelas wedang jahe sering kali membantu menghangatkan tubuh dan memberikan rasa nyaman. Di samping rasa nyaman pada tubuh dan enak pada lidah dan kerongkongan, jahe juga dapat memberikan efek kesehatan lainnya.

  • Mengurangi kembung dan kentut

Jahe dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman karena kembung dan juga mengurangi frekuensi kentut.

  • Meredakan nyeri

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meredakan nyeri sakit kepala migrain dan artritis (radang sendi).

  • Membantu menurunkan kadar gula darah

Suatu studi menunjukkan bahwa jahe dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Untuk itu, sebaiknya Anda mengonsultasikan konsumsi jahe dengan dokter Anda, jika Anda sedang dalam pengobatan diabetes melitus.

  • Mencegah penyumbatan pembuluh darah

Suatu studi menyebutkan bahwa jahe dapat membantu mencegah pembekuan darah yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Karena itu, jika Anda adalah pasien yang menkonsumsi obat pengencer darah atau memiliki penyakit pembekuan darah, maka sebaiknya Anda tidak mengonsumsi jahe.

  • Mengurangi rasa mual pada ibu hamil

Jahe sering kali digunakan untuk membantu mengurangi rasa mual pada trimester pertama kehamilan. Namun, karena hasil penelitian yang ada begitu beragam, mulai dari penelitian yang menunjukkan tidak adanya efek samping konsumsi jahe pada ibu hamil dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi jahe saat hamil dapat menyebabkan keguguran, maka sebaiknya konsumsi jahe selama hamil selalu dikonsultasikan dengan dokter Anda atau sebaiknya dihindari.

Penelitian-penelitian yang ada menunjukkan bahwa jahe memang efektif untuk mengatasi rasa mual pada ibu hamil, namun belum dapat diketahui dosis yang bisa dikonsumsi dengan aman, berapa lama boleh dikonsumsi, dan bagaimana efeknya terhadap ibu dan bayi secara keseluruhan. Masih dibutuhkan penelitian lebih jauh untuk mengetahui secara pasti profil keamanan konsumsi jahe pada ibu hamil.

Untuk itu, konsumsi jahe pada Ibu hamil sebaiknya dihindari dan dikonsultasikan kepada dokter dengan lebih saksama.

Dan, secara umum, memang konsumsi makanan pada kondisi-kondisi khusus seperti kehamilan, menyusui, dan penyakit tertentu (diabetes atau penyakit jantung) sebaiknya selalu dikonsultasikan dengan dokter sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari.

 

Sumber:

1.Thomson M1Corbin RLeung L. Effects of ginger for nausea and vomiting in early pregnancy: a meta-analysis. J Am Board Fam Med. 2014 Jan-Feb;27(1):115-22.

2.Ding M1Leach MBradley H. The effectiveness and safety of ginger for pregnancy-induced nausea and vomiting: a systematic review. Women Birth. 2013 Mar;26(1):e26-30.

3.Borrelli F1Capasso RAviello GPittler MHIzzo AA. Effectiveness and safety of ginger in the treatment of pregnancy-induced nausea and vomiting. Obstet Gynecol. 2005 Apr;105(4):849-56.

0 Komentar

Belum ada komentar