Sukses

Teror Bom Sebabkan Stres Berlebihan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Teror bom yang terjadi di Jakarta, Kamis, 14/1/2016, bisa saja menyebabkan stres yang berebihan pada diri Anda. Bagaimana cara mengatasi stres berlebihan akibat teror bom yang terjadi? Berikut ulasannya.

KlikDokter.com – Teror bom yang baru saja terjadi di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat pada hari Kamis, 14/1/2016, membuat seluruh masyarakat Indonesia, bahkan dunia, berduka atas kejadian terorisme tersebut.

Teror yang dimulai dengan ledakan bom rakitan di pos polisi dan dilanjutkan dengan aktivitas baku tembak yang terjadi di tengah-tengah keramaian umum ini bukan tidak mungkin meninggalkan rasa takut dan khawatir yang berkepanjangan di psikologis masyarakat Indonesia.

Rasa stres, takut beraktivitas, sulit mempercayai orang, marah, benci, bahkan mungkin timbul rasa menuduh dan antipati tidak beralasan pada sekelompok orang tertentu dan membuat kelompok tersebut menjadi kambing hitam.

Reaksi-reaksi seperti ini merupakan respon yang wajar terhadap kejadian traumatis, namun dapat menyusahkan dan mengganggu kehidupan seseorang, begitu pula dengan kehidupan keluarga dan komunitasnya.

Pasalnya, tindakan terorisme sangat mengancam dan meresahkan masyarakat, sebab menimbulkan rasa takut dan ketidakberdayaan bagi para penduduk. Tujuan dari niat jahat para teroris utamanya ditujukan untuk menyandera masyarakat atau pemerintah dengan rasa takut akan kerusakan dan rasa terancam yang besar.

Efek yang dimunculkan oleh tindakan terorisme ini seringkali disebut sebagai “trauma” di masyarakat umum. Trauma dapat bersifat jangka panjang, bahkan bagi orang-orang yang tidak menjadi korban langsung tindakan terorisme tersebut.

Apakah Anda atau saudara terdekat Anda menjadi korban dari tindakan terorisme? Apakah Anda merasa sulit untuk mengatasi perasaan takut dan khawatir yang tersisa pasca mengalami kejadian tersebut? Apakah Anda merasa enggan untuk melanjutkan rutinitas Anda secara normal pasca mengalami tragedi terorisme? Berikut adalah beberapa langkah pemulihan mental yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kesulitan dalam mengatasi trauma akibat terorisme:

  1. Identifikasi perasaan yang Anda alami

Cobalah untuk menyadari dan menerima bila memang Anda mengalami masalah psikologis pasca mengalami kejadian terorisme tersebut.

  1. Anda dapat meminta bantuan orang lain yang Anda percaya

Untuk berbicara dan berdiskusi mengenai ketakutan yang Anda rasakan, Anda dapat meminta bantuan orang lain yang Anda percaya dengan menerapkan beberapa sifat, yakni:

  • Jangan takut untuk meminta bantuan, bahkan pada ahlinya seperti konselor kesehatan mental
  • Pada kasus yang cukup berat, mungkin dibutuhkan kelompok diskusi untuk saling berbagi perasaan. Hal ini tidak perlu dianggap tabu karena sudah begitu banyak orang yang tertolong dengan grup diskusi ini.
  1. Tanamkan keyakinan pada diri Anda

Ada baiknya Anda mengingatkan diri Anda bahwa tentunya Anda pernah berhasil mengatasi berbagai bentuk trauma di masa lalu yang mungkin saja hampir sama beratnya. Cobalah mengingat apa cara yang Anda lakukan untuk mengatasi rasa takut pada situasi tersebut.

  1. Upayakan untuk terus mempertahankan kesibukan/rutinitas Anda

Untuk membantu mengalihkan perasaan Anda agar tidak terus menerus mengingat kejadian yang berbahaya tersebut, Anda dapat berupaya untuk membuat diri Anda sibuk dengan melakukan berbagai jenis rutinitas.

  1. Berpikir positif

Yakinilah bahwa keadaan akan segera membaik. Namun, Anda perlu bersikap realistis bahwa perbaikan perasaan mungkin saja membutuhkan waktu.

  1. Move on

Kenali bahwa tujuan para teroris adalah untuk menciptakan rasa takut dan ketidaknyamanan akan masa depan. Tetaplah melanjutkan hal-hal yang Anda nikmati dalam hidup. Jangan terpaku atas hal-hal yang tidak bisa Anda kontrol hingga mengganggu kehidupan Anda sehari-hari.

  1. Percayalah bahwa Anda dilindungi oleh negara

Ketahuilah tindakan apa yang dilakukan oleh pemerintah maupun aparat untuk melawan aksi terorisme dan mengembalikan keamanan. Dengan mengetahui bahwa pihak berwajib telah bergerak untuk mencegah dan mempersiapkan diri untuk merespon serangan teroris, maka akan memberikan ketenangan pada diri Anda.

  1. Batasi diri

Sembari menenangkan diri, ada baiknya Anda membatasi diri Anda dari segala pemberitaan yang berhubungan dengan kejadian terosisme untuk sementara waktu.

Bila Anda benar-benar merasa kesulitan untuk memperoleh pemulihan mental atau kesulitan menenangkan diri pasca menghadapi/mendengar serangan terorisme, pertimbangkanlah untuk meminta bantuan psikolog, atau bila perlu profesional kesehatan mental lain, seperti psikiater. Hal tersebut disebabkan karena terdapat berbagai macam penyebab terjadinya trauma atas insiden terorisme, dan hal tersebut bisa saja tidak mampu untuk Anda hadapi seorang diri.

0 Komentar

Belum ada komentar