Sukses

Proses Pengobatan pada Chiropractic dan Keamanannya

Chiropractic merupakan suatu layanan kesehatan yang semakin berkembang beberapa waktu terakhir. Sebenarnya, bagaimana proses pengobatan pada chiropratic dan bagaimana keamanannya? Berikut ulasannya.

KlikDokter.com - Chiropractic menjadi salah satu profesi layanan kesehatan yang semakin berkembang beberapa waktu terakhir. Dalam waktu singkat,  klinik chiropractic menjamur di mana-mana, dan utamanya menyentuh kalangan menengah ke atas sehubungan dengan tarif pengobatannya yang cukup mahal. Sebenarnya, pengobatan seperti apa yang disediakan klinik chiropractic?

Chiropractic dinyatakan sebagai profesi kesehatan yang berfokus terhadap kaitan antar struktur dan organ tubuh beserta fungsinya, terutama tulang belakang. Pada umumnya, chiropractic lebih dikenal untuk merawat pasien yang memiliki keluhan nyeri punggung belakang, nyeri leher dan sakit kepala. Berbagai bentuk cedera yang luas, serta gangguan otot sendi juga di klaim dapat diatasi, dan menjadi salah satu spesialisasi dalam praktik ini.

Para praktisi chiropractic yang terkadang tidak memiliki pendidikan sebagai dokter medis ini berpegang pada pedoman bahwa semua kondisi menyakitkan yang melibatkan otot, ligamen, dan sendi seringkali melibatkan/mempengaruhi sistem saraf. Oleh sebab itu, utamanya bentuk pengobatan yang disediakan para chiropractor adalah manipulasi/pengaturan posisi tulang belakang ataupun anggota tubuh lainnya dengan tujuan mengoreksi masalah kesegarisan, menghilangkan nyeri, dan mengembalikan fungsi tubuh yang hilang.

Bagaimana manipulasi/pengaturan organ tubuh tersebut dilakukan oleh para praktisi chiropractic?

Manipulasi akan dilakukan menggunakan tangan mereka, ataupun menggunakan suatu alat tertentu untuk memberikan dorongan terhadap suatu sendi. Dengan adanya upaya manipulasi oleh para chiropractor seringkali terdengar bunyi ‘krek’ atau bunyi-bunyian lain yang menandakan adanya efek dari pengobatan yang dilakukan oleh chiropractor.  Selain itu, beberapa pendekatan pengobatan lain yang juga digunakan adalah terapi panas dan es, stimulasi listrik, teknik relaksasi, rehabilitatif dan latihan umum, suplemen makanan, serta konseling diet.

Chiropractic memang bukanlah prosedur yang invasif, dan tidak menggunakan obat. American Chiropractic Association menyatakan bahwa prosedur ini memiliki rekam jejak keamanan yang baik. Namun, tidak ada prosedur medis yang terbebas dari efek samping. Efek samping yang pernah dihubung-hubungkan dengan praktik chiropractic adalah nyeri kepala, pembengkakan atau ketidaknyamanan pada area yang diobati, hingga penyakit stroke.

Keamanan dari proses pengobatan chiropractic masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, sebab manipulasi yang dilakukan para chiropractor cenderung berisiko tinggi. Contohnya dalam hal manipulasi leher. Begitu banyak organ penting yang terdapat pada leher yang menunjang kehidupan, yang apabila terjadi kesalahan dalam penanganannya menyebabkan risiko ‘hidup atau mati’, seperti:

  1. Trakea. Saluran pernapasan yang bila tertutup akan menutup jalannya udara dari dan ke paru-paru sehingga dapat menyebabkan tubuh kehilangan oksigen. Tidak adanya oksigen selama beberapa menit saja cukup untuk menyebabkan kehilangan fungsi seluruh organ tubuh.
  2. Pembuluh darah arteri karotis. Pembuluh darah besar yang mengalirkan darah ke otak ini bersifat sangat vital, dan gangguan yang menyebabkan terganggunya arteri karotis dapat mengurangi pasokan darah ke otak. Kematian otak tanpa aliran darah yang cukup dapat berlangsung dengan cepat.
  3. Sumsum tulang belakang (medula spinalis) yang ada disepanjang tulang punggung, beserta arteri besar yang ada disampingnya. Patah/pergeseran/kerusakan tulang yang mengenai organ ini dapat menghilangkan fungsi pergerakan, sensasi perabaan, seluruh anggota tubuh dibawah level leher. Selain itu, masih terdapat pula risiko kerusakan bagian otak bagian bawah yang mengatur pernapasan manusia bila manipulasi leher ini dilakukan secara tidak hati-hati.

Oleh sebab itu masalah keamanan dari proses terapi chiropractic masih membutuhkan studi lebih lanjut. Bentuk koordinasi kementrian kesehatan dan institusi yang terkait sangat diharapkan untuk dapat meyakinkan keamanan dan menjaga keselamatan masyarakat yang menggunakan terapi ini.

0 Komentar

Belum ada komentar