Sukses

Kontroversi Terapi Chiropractic pada Anak

Chiropractic berkembang sebagai terapi alternatif yang kian digemari masyarakat. Bahkan, kini terapi chiropractic juga mulai diterapkan kepada anak-anak.

KlikDokter.com – Belakangan ini, terapi alternatif semakin bermunculan dan kian digemari oleh masyarakat. Berbagai macam terapi, seperti chiropractic, ayurveda, akupunktur, dan pengobatan herbal mulai dilirik oleh mereka yang lebih menyukai segala sesuatu yang berbau “alamiah” – back to nature.

Alasan dari orang-orang yang mencoba berbagai terapi alternatif tersebut di antaranya adalah karena pengobatan medis konvensional dianggap menggunakan zat kimia, kurang alami, dan membawa efek samping bagi tubuh. Pada beberapa kasus lainnya, orang-orang berusaha mencari alternatif pengobatan jika dokter sudah angkat tangan terhadap suatu penyakit.

Karena permintaan terhadap metode pengobatan ini meningkat, berbagai praktik terapi alternatif seperti chiropractic bertumbuh subur di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Chiropractic adalah terapi manipulasi tulang belakang yang telah digunakan sejak zaman Yunani kuno. Meskipun demikian, chiropractic baru diakui sebagai salah satu cabang ilmu pada tahun 1895.

Selain untuk orang dewasa, terapi chiropractic juga mulai dilakukan kepada anak-anak. Praktik ini telah marak dilakukan di berbagai negara maju seperti Amerika dan Kanada.

Namun, para praktisi medis – terutama dokter anak – menilai bahwa terkadang terapi chiropractic ini dilakukan tidak pada tempatnya. Dengan kata lain, terapi alternatif ini sering inkonsisten dengan pengobatan medis konvensional yang disarankan oleh dokter.

Chiropractic pun mulai digunakan untuk mengobati keadaan yang tidak berhubungan dengan otot dan tulang belakang, seperti kolik, mengompol, asma, infeksi telinga, dan kanker. Bahkan sang praktisi chiropractic terkadang memberikan saran mengenai diet dan imunisasi anak.

Melihat tren yang semakin berkembang di masyarakat ini, para peneliti pun mengadakan studi mengenai efektivitas chiropractic dalam menangani berbagai penyakit pada anak.

Berbagai studi literatur mengemukakan bahwa chiropractic dapat meredakan nyeri leher dan migrain. Meskipun demikian, studi ini mengungkapkan bahwa hasil tersebut hanya diperoleh sementara, dan mereka belum berhasil menemukan efektivitas jangka panjang dari terapi alternatif tersebut.

Sebuah studi yang meneliti efektivitas chiropractic terhadap asma pada anak menyimpulkan bahwa tidak didapatkan perbaikan yang signifikan pada asma yang diderita sang anak. Selain itu, studi lain juga menyimpulkan bahwa terapi chropractic tidak lebih baik daripada plasebo dalam mengobati kolik.

Selain karena temuan di atas, untuk saat ini para dokter tidak menganjurkan terapi chiropractic pada anak karena berisiko menghentikan pengobatan medis konvensional yang telah diberikan sebelumnya – yang notabene telah terbukti bermanfaat bagi anak berdasarkan studi-studi yang terpercaya.

0 Komentar

Belum ada komentar