Sukses

Mengenal Racun Sianida dan Cara Kerjanya

Racun sianida disebut-sebut sebagai penyebab kematian seseorang beberapa waktu silam. Sebenarnya, bagaimana cara kerja racun sianida ini? Berikut ulasannya.

KlikDokter.com - Sianida menjadi salah satu nama racun yang mencuat dalam kasus kematian seorang wanita bernama Mirna Salihin, setelah mengonsumsi minuman di salah satu kafe di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta (Rabu, 6/11). Dalam tempo yang terbilang singkat, kondisi korban semakin memburuk karena korban mengalami kejang secara tiba-tiba hingga akhirnya meninggal dunia.

Bagaimana sesungguhnya cara kerja racun sianida dan apa gejala-gejala yang dapat muncul akibat keracunan zat berbahaya ini?

Sianida termasuk sebagai salah satu racun paling mematikan untuk manusia. Dalam sejarah, sianida digunakan pada zaman kuno untuk metode eksekusi manusia, dan tampaknya masih tetap tenar hingga saat ini. Pasalnya, keracunan sianida mampu menyebabkan kematian dalam beberapa menit hingga jam pasca terpapar zat tersebut.

Selain keracunan akibat terpapar karena sebuah tindakan kriminal ataupun terorisme, keracunan sianida umumnya terjadi pada orang-orang yang menghirup asap dari kebakaran perumahan atau kompleks industri.

Selain itu, penggunaan obat sodium nitroprusid (suatu bentuk obat darah tinggi) secara intensif, ataupun konsumsi jangka panjang makanan yang mengandung sianida, seperti akar ubi kayu, juga dapat menjadi jalur terpaparnya racun ini.

Paparan sianida kebanyakan terjadi melalui inhalasi maupun pencernaan. Namun demikian, sianida cair juga dapat terserap melalui kulit maupun mata. Setelah terserap, sianida akan memasuki aliran darah, lalu kemudian disebarkan keseluruh jaringan tubuh secara cepat.

Bagaimana cara kerja racun sianida didalam sel tubuh manusia?

Didalam sel tubuh manusia, sianida akan berikatan dengan enzim yang penting untuk pernapasan sel. Ikatan ini menyebabkan sel tubuh tidak mampu menggunakan oksigen, meskipun terdapat banyak simpanan oksigen didalam tubuh.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala, bahkan hingga menyebabkan kematian, muncul dengan cepat mengingat kehidupan sel tubuh manusia sangat tergantung atas keberadaan oksigen. Pada akhirnya, organ tubuh dengan kebutuhan oksigen tertinggi, seperti otak dan jantung, menjadi organ yang paling terpengaruhi akibat keracunan sianida secara akut.

Gejala yang muncul dapat sangat bervariasi, tergantung cara masuk dan jumlah racun  yang masuk kedalam tubuh seseorang. Gejala dapat berupa iritasi jalan napas ringan hingga henti jantung dan kematian dalam beberapa menit.

Beberapa bentuk gejala yang dapat timbul, yakni:

  • Kelemahan umum, bingung, kantuk yang berlebihan
  • Kejang, koma
  • Sesak nafas, nafas korban beraroma seperti almond
  • Nyeri kepala, kepala terasa ringan dan melayang
  • Kulit korban biasanya tampak merah muda akibat oksigen yang banyak terdapat dalam darah dan tidak mampu masuk ke sel

Keracunan akut yang terjadi secara tiba-tiba biasanya akan memunculkan gejala yang dramatis, cepat, dan segera mempengaruhi jantung sehingga menyebabkan terjadinya henti jantung. Selain itu, otak juga dapat segera terpengaruhi dan menyebabkan terjadinya kejang ataupun koma. 

Keracunan kronik, dalam periode waktu yang cukup panjang, akibat keracunan dari lingkungan akan memiliki gejala lebih ringan dan bertahap. Namun demikian, dosis juga berperan besar dalam menentukan gejala yang muncul. Semakin besar dosis racun yang terpapar, semakin berat pula gejala yang disebabkan.

0 Komentar

Belum ada komentar