Sukses

Mengapa Bisa Terjadi Kejang dan Apa Saja Penyebabnya?

Sebenarnya, apa yang menyebabkan terjadinya kejang pada seseorang? Berikut ulasannya.

KlikDokter.com - Pernahkah Anda menyaksikan kejadian di mana seseorang jatuh tidak sadarkan diri dan kemudian anggota tubuhnya bergerak tidak terkendali atau menegang tidak terkendali? Kejadian yang Anda saksikan tersebut disebut dengan kejang.

Kejang adalah perubahan aktivitas fisik secara tidak disadari dan tidak dapat dikontrol yang dapat terjadi akibat adanya gangguan aktivitas penyebaran sinyal listrik di otak.

Untuk membentuk suatu koordinasi dan keteraturan fungsi di berbagai organ di seluruh tubuh, otak berfungsi sebagai pengatur utama ‘jaringan komunikasi’ dengan penjalaran sinyal-sinyal listrik. Dengan adanya penjalaran sinyal yang baik, otak bisa memerintahkan otot, misalnya otot tangan, untuk melakukan gerakan mengambil barang dengan baik.

Namun saat aktivitas penyebaran sinyal listrik ini terganggu, akan terjadi gerakan-gerakan anggota tubuh yang tidak terkontrol, baik untuk bergerak secara terus-menerus, maupun tidak bisa bergerak/menegang. Kondisi ini disebut kejang.

Penggunaan kata ‘kejang’ sering disalahartikan oleh masyarakat pada umumnya. Misalnya saat otot tangan kaku, maka dianggap sebagai kejang. Kejang pada umumnya, sebenarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Dimulai dengan periode di mana penderita merasa bingung/linglung secara mendadak
  • Dilanjutkan dengan perubahan mendadak, misalnya tiba-tiba terjatuh
  • Tampak kaku dan lemas secara cepat/menegang
  • Tidak sadar/tidak bisa diajak berkomunikasi
  • Seringkali bersamaan dengan gejala keluar air liur atau busa dari mulut
  • Mata dapat melirik hanya pada satu sisi
  • Mengerang, atau mengeluarkan bunyi mengorok
  • Menggigit lidah, atau gigi gemeretuk

Gejala-gejala di atas dapat terjadi hanya beberapa detik atau menit saja. Namun demikian, gejala-gejala di atas juga dapat berkelanjutan hingga 15 menit atau lebih. Dalam kondisi kejang yang terlampau lama, muncul kecurigaan adanya gangguan otak yang cukup berat.

Berikut adalah beberapa penyebab yang harus diwaspadai sebagai penyebab dari kejang:

  • Infeksi otak (ensefalitis)
  • Pasca terjadinya cedera kepala karena kecelakaan
  • Stroke
  • Tumor otak
  • Penggunaan obat-obatan secara berlebihan (drug abuse)
  • Tersetrum listrik
  • Epilepsi
  • Gangguan kadar elektrolit tubuh, yakni natrium
  • Rendahnya kadar gula darah dalam darah
  • Tidak mampu menoleransi panas berlebihan
  • Demam tinggi
  • Keracunan
  • Obat-obatan terlarang (kokain, amfetamin)
  • Gangguan dalam kehamilan
  • Penumpukan racun dalam tubuh akibat gagal ginjal
  • Tekanan darah yang begitu tinggi
  • Lepas alkohol/ obat setelah menggunakannya dalam waktu lama

Namun terkadang, ada kalanya penyebab kejang tidak dapat ditemukan. Apabila kondisi tersebut terjadi, maka dikatakan sebagai kejang idiopatik.

Kebanyakan kejang dapat berhenti sendiri. Namun selama terjadi kejang, orang tersebut dapat terluka atau cedera. Oleh sebab itu, penanganan kejang merupakan hal yang palig utama untuk dilakukan. Dalam menangani seseorang yang ditemukan kejang, dan kejang tersebut tidak kunjung berhenti, memanggil petugas medis secepatnya adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan guna untuk memastikan keselamatan penderita yang mengalami kejang.

0 Komentar

Belum ada komentar