Sukses

Awas, Obat Pelangsing dan Kopi Bahayakan Jantung Anda!

Mengonsumsi obat pelangsing yang diikuti dengan minum kopi hilangkan nyawa seorang wanita muda. Mengapa demikian? Berikut ulasannya.

KlikDokter.com - Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan suatu berita yang menghebohkan warga Jakarta. Seorang wanita muda bernama Wayan Mirna Salihin, 28 tahun, didapati meninggal dunia setelah mengonsumsi es kopi Vietnam di suatu kafe di mal ternama di kawasan Jakarta Pusat.

Empat puluh menit setelah menghirup kopinya, Mirna kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. Walaupun korban segera dilarikan untuk mendapatkan pertolongan, usaha yang dilakukan oleh tenaga medis di klinik mal dan rumah sakit tidak dapat menyelamatkan nyawanya.

Ada yang menduga, nyawa pengantin baru ini melayang karena ada bahan beracun di dalam kopi – meskipun hal ini tidak dapat dibuktikan sebelum proses autopsi. Namun menurut keterangan saksi, wanita yang baru menikah satu bulan ini sebelumnya telah mengonsumsi obat pelangsing, walaupun tidak diketahui merek dan kandungannya.

Sejauh ini, polisi menduga bahwa penyebab tewasnya korban adalah akibat kandungan dari obat pelangsing yang ditambah dengan kafein, yang merupakan kandungan dari kopi, yang memacu kerja jantung secara berlebihan. Terlebih, korban diketahui memiliki riwayat kesehatan tertentu yang mendukung terjadinya hal ini.

Banyak dari obat pelangsing mengandung bahan stimulan yang dapat memacu kerja jantung menjadi lebih cepat, sekaligus meningkatkan tekanan darah. Kandungan obat yang dapat menimbulkan efek tersebut antara lain adalah phentermine, phendimetrazine, metamphetamine, dan benzphetamine.

Zat stimulan tersebut akan sangat berbahaya bagi mereka yang telah memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelumnya, seperti atrial fibrilasi – keadaan di mana jantung berdenyut cepat dan tidak beraturan. Orang yang telah memiliki kelainan jantung sebelumnya – seperti tekanan darah tinggi atau penyakit kardiovaskular lainnya harus sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat pelangsing, karena efek sampingnya dapat meningkat.

Sibutramine, suatu kandungan dari obat pelangsing, ditarik dari pasar Amerika pada tahun 2010 karena diduga menimbulkan gangguan serius pada jantung, termasuk serangan jantung dan stroke. Sementara itu kandungan obat lainnya pernah diteliti meningkatkan risiko kerusakan katup jantung.

Hal ini semakin diperparah dengan tambahan konsumsi kafein – yang merupakan stimulan juga. Mungkin sebagian orang tidak merasakannya, namun pada sebagian orang merasakan jantungnya lebih berdebar-debar setelah mengonsumsi minuman berkafein tinggi, seperti kopi.

Stimulan pada obat pelangsing yang bersinergi dengan kafein pada kopi dalam tubuh seseorang yang memiliki kondisi kardiovaskular tertentu bukanlah suatu kombinasi yang baik bagi jantung.

Oleh karena itu, berhati-hatilah sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat pelangsing. Selalu lakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu mengenai obat apa yang dapat Anda konsumsi dengan aman. Selain itu, pemeriksaan kesehatan sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu juga sangat diperlukan untuk mengetahui keadaan kesehatan Anda yang sesungguhnya.

Namun demikian, usahakanlah untuk terlebih dahulu menurunkan berat badan Anda dengan diet yang aman, yakni dengan menjaga pola makan dan berolahraga.

0 Komentar

Belum ada komentar