Sukses

4 Penyebab Anak Sulit BAB

Ternyata terdapat 4 penyebab sepele yang luput dari perhatian kita sehari-hari yang dapat menyebabkan anak sulit BAB. Simak selengkapnya bersama dr. Jessica Florencia di sini.

KlikDokter.com - Anak Anda sulit buang air besar? Hal ini tentu menjadi sumber kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Setiap orang tua akan merasa gelisah jika anaknya jarang buang air besar atau kesakitan pada saat buang air besar. Pada anak-anak, sulit buang air besar atau konstipasi diartikan sebagai buang air besar yang jarang (kurang dari 3 kali dalam seminggu), buang air besar yang menyebabkan rasa sakit, atau kedua-duanya yang telah terjadi selama 2 minggu lebih.

Apa saja yang dapat terjadi dan perlu Anda waspadai jika anak Anda mengalami sulit buang air besar?

  1. Pada bayi baru lahir hingga usia 4-6 bulan, tidak mengeluarkan kotoran dan kesulitan untuk buang air besar dapat merupakan suatu pertandan adanya penyakit Hirschprung. Pada penyakit ini usus besar tidak dapat bergerak karena tidak adanya sel-sel saraf pada suatu bagian tertentu usus besar.

  2. Pada bayi usia sampai 1 tahun, konstipasi dapat disebabkan karena perubahan makanan, seperti perubahan dari ASI ke susu formula, penambahan MPASI dan perkenalan terhadap makanan yang lebih padat).

  3. Pada anak usia 1-3 tahun, sulit buang air besar dapat disebabkan karena kurangnya asupan cairan, belum terbentuknya kebiasaan untuk buang air besar yang teratur dan adanya gangguan pada daerah bokong seperti penyakit ruam popok.

  4. Pada anak usia sekolah, konstipasi dapat disebabkan karena perubahan pola buang air besar. Anak yang sudah mulai sekolah biasanya enggan untuk buang air besar di sekolah sehingga cenderung menahan buang air besar yang mengakibatkan kotoran menjadi semakin keras dan semakin sulit untuk dikeluarkan. Selain itu, makanan rendah serat juga berperan menyebabkan kesulitan buang air besar.

Penanganan sulit buang air besar pada anak-anak perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Bila konstipasi tidak disebabkan karena suatu masalah kesehatan yang serius, maka orang tua dapat mencoba beberapa hal berikut:

  1. Memberikan makanan-makanan tinggi serat untuk anak-anak seperti gandum, buah, dan sayur.

  2. Meningkatkan asupan cairan bagi anak.

  3. Menghindari konsumsi susu sapi dan produk susu sapi (keju, es krim). Konstipasi dapat diperparah karena proses mencerna protein susu sapi.

  4. Hindari penggunaan obat pencahar, suplemen serat dan pelunak kotoran secara berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pada kerja saluran cerna. Gunakan obat-obatan ini hanya dengan konsultasi dan pengawasan dokter.

 

Source:

1.        Biggs WS and Dery WH. Evaluation and Treatment of Constipation in Infants and Children. American Family Physician. 2006 Feb 1;73(3):469-477.

2.        Borowitz S, Cuffari C, et al. Pediatric Constipation. Medscape Reference.

3.        Mayo Clinic. Constipation in Children. Cited on July 25, 2013. Available from: www.mayoclinic.com/health/constipation-in-children/DS01138

0 Komentar

Belum ada komentar