Sukses

Sangat Langka, Kenali Penyakit Drakula Ini

Mendengar kata drakula, pasti Anda langsung berpikiran makhluk penghisap darah. Ternyata ada penyakit drakula, lho. Seperti apa, ya, gangguan sehat tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin familiar dengan sosok drakula. Tokoh menyeramkan dalam film ini memang selalu menghindari cahaya matahari pada siang hari. Hal ini rupanya serupa dengan gejala porfiria atau disebut penyakit drakula. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang penyakit yang satu ini!

Penyakit drakula, kelainan genetik langka

Penyakit drakula merupakan sebuah penyakit kelainan genetik yang diturunkan secara langka. Penyakit ini menyebabkan gangguan produksi bagian sel darah merah,  yakni heme dan porfirin.

Dijelaskan dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter, porfirin digunakan tubuh untuk pembentukan hemoglobin, yaitu sejenis protein di dalam sel darah merah yang mengikat zat besi dan porfirin. Senyawa ini juga membantu pengiriman oksigen dalam tubuh.

“Ketika zat porfirin tidak bisa membentuk hemoglobin, maka jumlah porfirin akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan permasalahan penyakit drakula atau porfiria,” ujar dr. Seruni.

Jenis dan gejala penyakit drakula

Dikutip dari Mayo Clinic, penyakit drakula dibedakan menjadi dua jenis, yaitu porfiria akut dan porfiria kulit. Beberapa gejala dari masing-masing jenis penyakit drakula ini adalah sebagai berikut.

  1. Porfiria akut 

Biasanya, menyebabkan gejala pada sistem saraf yang muncul dengan cepat dan bisa parah. Gejala dapat berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu. Penyakit ini biasanya membaik secara perlahan setelah serangan. Gejalanya adalah sebagai berikut ini.

  • Nyeri perut parah.
  • Nyeri di dada, kaki atau punggung.
  • Sembelit atau diare.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri otot, kesemutan, mati rasa, lemah, atau lumpuh.
  • Urine merah atau kecokelatan.
  • Perubahan mental, seperti kecemasan, kebingungan, halusinasi, disorientasi atau paranoia.
  • Kejang-kejang.
  • Masalah pernapasan
  1. Porfiria kulit 

Penyakit ini menyebabkan gangguan pada kulit akibat sensitivitas terhadap sinar matahari. Namun, biasanya tidak sampai memengaruhi sistem saraf. Hal ini terjadi sebagai akibat paparan sinar matahari. Anda yang mengalaminya akan merasakan beberapa gejala berikut. 

  • Sensitivitas terhadap sinar matahari, menyebabkan rasa sakit yang membakar
  • Kemerahan kulit yang menyakitkan secara tiba-tiba dan pembengkakan 
  • Lepuh pada kulit yang terbuka, biasanya tangan, lengan dan wajah
  • Kulit tipis yang rapuh dengan perubahan warna kulit (pigmen)
  • Gatal
  • Pertumbuhan rambut berlebihan di daerah yang terkena
  • Urine berwarna merah atau kecokelatan

Meski penyebab dari penyakit drakula sendiri belum bisa diketahui pasti, kelainan genetik dipercaya punya peran penting.

Selain itu, menurut dr. Seruni, apabila Anda memiliki faktor genetik penyakit drakula dalam keluarga, beberapa hal sebaiknya dihindari agar penyakit ini tidak semakin parah, yaitu: 

  • terkena paparan sinar matahari
  • beberapa jenis obat-obatan
  • diet ketat atau berpuasa
  • merokok
  • mengalami stres fisik (penyakit atau infeksi) dan stres emosional
  • konsumsi alkohol
1 dari 2 halaman

Cara mengatasi penyakit drakula

Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam menangani porfiria adalah dengan menghindari pemicu serangan. Misalnya, dengan tidak mengonsumsi obat yang memicu serangan, menjauhkan diri dari alkohol dan rokok, serta meminimalkan paparan sinar matahari.

Dalam kasus porfiria akut, obat yang berbentuk heme bisa dikonsumsi untuk mengurangi produksi porfirin dalam tubuh. Begitu juga dengan pemberian glukosa untuk memastikan asupan karbohidrat yang cukup. Bila terdapat gejala tertentu, seperti nyeri hebat, muntah, dan dehidrasi, penderita mungkin memerlukan rawat inap.

Meski menyebabkan sederet gangguan kesehatan, penyakit drakula tidak mematikan. Apabila dibiarkan, gejala yang timbul bisa membuat seseorang jadi kehilangan nyawa. 

“Ketika suplai oksigen tidak tersebar di dalam pembuluh darah, maka jantung tidak akan bekerja dengan semestinya. Ini membuat jantung jadi berdebar kencang, dan berisiko mengalami gagal jantung, ” kata dr. Seruni. 

Jika Anda mendapati diri mengidap penyakit drakula, segera memeriksakan diri ke dokter. Ini merupakan langkah yang paling tepat sebelum kondisi semakin parah. Ingat, semakin dini Anda memeriksakan hal ini, semakin cepat juga pencegahan bisa dilakukan.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar