Sukses

Apa itu Penyakit Drakula?

Anda sudah akrab dengan sosok drakula? Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang membutuhkan darah untuk kelangsungan hidupnya dan takut akan sinar matahari. Namun pernahkah Anda pernah mendengar istilah 'Penyakit Drakula'? Simak selengkapnya penjelasan dr. Alvin Nursalim di sini.

Apa itu Penyakit Drakula?KlikDokter.com - Anda pasti sudah akrab dengan sosok drakula, bukan?

Sudah tidak terhitung drama, film atau lagu yang terinspirasi dari sosok drakula.

Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang membutuhkan darah untuk kelangsungan hidupnya dan takut akan sinar matahari.

Namun apakah Anda pernah mendengar istilah ‘Penyakit Drakula’?

Apa itu pernyakit drakula?

Porfiria atau dikenal juga dengan sebutan penyakit drakula adalah sebuah penyakit keturunan yang langka.

Penyakit ini menyebabkan gangguan produksi bagian dari sel darah merah, yaitu heme dan porfirin. Kunci dasar dari penyakit ini adalah kegagalan produksi heme dan menyebabkan akumulasi dari porfirin, prekursor dari heme.

Porfirin inilah yang dapat menyebabkan berbagai gejala pada penyakit porfiria. Kata porfiria sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti warna ungu.

Apa saja gejala dari penyakit ini? Silakan klik next untuk melanjutkan.

1 dari 2 halaman

Apa itu Penyakit Drakula?

Apa gejala dari penyakit ini?

Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari kulit sampai saraf.

  • Kulit. Porfiria dapat menyebabkan sensitivitas kulit meningkat sehingga mudah melepuh ketika terkena matahari. Hal ini disebabkan karena adanya deposit porfiria yang berlebihan pada kulit. Gejala inilah yang menyebabkan penyakit ini dikenal dengan istilah ‘Penyakit drakula’.

  • Saraf. Pasien dengan porfiria dapat mengalami kejang, dan gangguan irama jantung.

  • Gangguan pencernaan. Konstipasi dan diare dapat terjadi pada pasien porfiria. Hal ini dikarenakan adanya gangguan persarafan saluran pencernaan.

Bagaimana mendiagnosis penyakit ini?

Porfiria didiagnosis dengan analisis biokimia dari darah, urin atau feses. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan kadar porphobilinogen (PBG) dari urin pasien.

Bagaimana penanganan penyakit ini?

Belum ditemukan pengobatan pasti untuk menyembuhkan penyakit ini. Penyakit ini diatangani dengan memberikan berbagai pengobatan untuk mengontrol gejala. Pemberian obat bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri, mual dan sakit.

Baca juga:

Ini Dia Biang Kerok Nyeri Ulu Hati

Cara Mengatasi Kapalan

Asma Sering Muncul Bersamaan Nyeri Perut

0 Komentar

Belum ada komentar