Sukses

Durex Kampanyekan Seks Aman Lewat Emoji Kondom

Merek kesehatan seksual terkemuka, Durex, mengundang semua orang untuk menggunakan dan menyebarkan hashtag #CondomEmoji dalam mendukung seks aman.

KlikDokter.com - Pengguna internet di Indonesia tergolong tinggi, yakni mencapai 91 juta. 87,4% di antara aktivitas digital paling umum adalah menggunakan jejaring sosial, dan mobile messenger adalah media komunikasi yang berkembang pesat dengan pertumbuhan sebesar 30% sejak tahun 2012.

Emoji sudah biasa digunakan dalam komunikasi dengan mobile messenger. Riset dari Durex mengungkapkan bahwa 80% responden mengatakan bahwa mereka lebih mudah mengekspresikan diri dengan menggunakan emoji, sedangkan 84% responden lebih nyaman berbicara mengenai seks dengan menggunakan emoji.

Condom Emoji

Atas dasar inilah, Durex meluncurkan kampanye global yang mendorong pembuatan emoji kondom. Durex pun mengundang semua orang untuk menggunakan dan menyebarkan hashtag #CondomEmoji dalam mendukung seks aman.

Condom Emoji

“Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah pengidap HIV di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 52% dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Diperlukan dukungan dari kita semua untuk berbagi informasi dan edukasi mengenai infeksi menular seksual serta bagaimana menerapkan seks aman,” ujar Faraz Shamsi, Marketing Director dari Reckitt Benckiser Indonesia, pemilik merek Durex, di Ritz Carlton Pacific Place pada Jumat lalu (27/11).

Condom Emoji

Faraz menambahkan bahwa seruan pembuatan emoji kondom ini bukanlah kampanye seks bebas. Durex justru melihat kampanye tersebut sebagai hal positif, karena ini merupakan bagian dari pendidikan seks yang sangat penting.

Dalam acara media tersebut, psikolog seksual, Zoya Amirin, M.Psi, mengatakan bahwa seks sering kali dianggap sebagai topik yang tabu. Hal ini membuat diskusi tentang penyakit infeksi menular seksual dan seks aman tidak menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa seks didiskusikan dengan sesama teman baik di dunia maya maupun mobile messenger. Kita merasa lebih nyaman dan tidak malu ‘berbicara’ mengenai seks melalui pesan tertulis,” ujar Zoya.

Emoji mengenai seks aman belum tersedia, sehingga menurunkan kemungkinan munculnya diskusi seputar seks aman dalam percakapan sehari-hari. Emoji tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam membuka diri saat berdiskusi mengenai seks aman, juga meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya penggunaan kondom dalam melindungi diri dari infeksi menular seksual, termasuk HIV dan AIDS.

Rencananya, Durex akan mengajukan emoji seks aman kepada Unicode Consortium pada 1 Desember, Hari AIDS Sedunia.

0 Komentar

Belum ada komentar