Sukses

Berapa Banyak Kalsium yang Dibutuhkan Anak?

Dukung tumbuh kembang anak dengan memenuhi asupan kalsium hariannya. Simak pentingnya kalsium untuk Anak oleh dr. Karin Wiradarma berikut

KlikDokter.com - Kalsium adalah mineral penting yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh. Kalsium memiliki banyak fungsi, di antaranya untuk membangun tulang dan gigi, menjaga fungsi saraf dan otot, membantu proses pembekuan darah, dan mengaktifkan enzim yang diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi.

Makanan utama yang mengandung kalsium adalah susu dan produk turunannya, seperti yoghurt, keju, mentega, dan lain-lain. Susu dan produk turunannya tersebut berkontribusi terhadap 70 hingga 80 persen kebutuhan kalsium harian. Sekitar 240 ml susu atau yoghurt –setara dengan 425 gram keju – mengandung 300 mg kalsium.

Selain susu, ada pula jenis makanan lain yang juga mengandung kalsium, yaitu tahu, roti gandum, lobak, bayam, polong-polongan, kacang-kacangan, dan susu kedelai. Beberapa produk makanan jadi seperti jus dan sereal juga telah difortifikasi dengan kalsium.

Berikut adalah angka kebutuhan kalsium untuk anak berdasarkan usia, menurut Institute of Medicine:

Usia 1-3 tahun: 700 miligram per hari

Usia 4-8 tahun: 1000 miligram per hari

Usia 9-18 tahun: 1300 miligram per hari

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), asupan kalsium anak Indonesia masih lebih rendah dari Angka Kecukupan Gizi (AKG). Dari penelitian yang melibatkan 48 kabupaten di Indonesia ini, ditemukan bahwa semakin tinggi usia, maka semakin tinggi persentase anak yang tidak tercukupi AKG kalsiumnya.

Anak usia 2-3 tahun yang masih kekurangan kalsium adalah sebesar 16%, 4-6 tahun adalah 12%, dan usia 10-12 tahun adalah 55%. Hal ini disinyalir terjadi akibat konsumsi susu yang berkurang pada masa preremaja hingga remaja.

Anda dapat mencukupi kebutuhan kalsium anak dengan mengoptimalkan asupan kalsium dalam dietnya. Selain memberikan susu dan produk turunannya, Anda juga bisa “menyelipkan” makanan tersebut ke dalam menu sehari-hari. Misalnya dengan menambahkan susu ke dalam serealia; menggunakan susu untuk membuat masakan, kue, atau roti; serta menambahkan yoghurt ke dalam salad, buah, dan pancake.

0 Komentar

Belum ada komentar