Sukses

Apakah Diabetes Bisa Sembuh?

Itulah pertanyaan yang sering muncul seputar diabetes. Lalu jawabannya? Berikut penjelasan selengkapnya bersama dr. Melyarna Putri di sini.

KlikDokter.com – Diabetes melitus adalah suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif. Insulin sendiri adalah hormon yang membawa glukosa dari darah masuk se dalam sel-sel tubuh dan dihasilkan oleh sel-sel beta di pankreas.

Penegakan diabetes melitus dilakukan apabila setelah dilakukan pemeriksaan kadar gula darah ternyata ditemui memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dL dan kadar gula darah puasa ≥126 mg/dL.  Pemeriksaan gula darah sangat penting untuk mengontrol pengendalian gula darah diabetes dan pencegahan terhadap kondisi diabetes. Pemeriksaan gula darah dapat menyaring apakah seseorang termasuk kedalam kelompok pre diabetes atau bukan. Kondisi prediabetes dapat dicegah untuk menjadi diabetes. Prediabetes ditandai dengan kadar gula darah sewaktu 100-199 mg/dL dan kadar gula darah puasa 100-125 mg/dL.

Perlu Anda ketahui bahwa diabetes dapat dicegah dengan berbagai pola hidup sehat. Namun diabetes adalah kondisi menahun yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan/dikontrol dengan obat anti diabetes. Jenis diabetes yaitu :

  • Diabetes melitus tipe 1, merupakan tipe diabetes yang diakibatkan destruksi sel beta, pada umumnya menjurus ke defisiensi insulin secara mutlak. Hal ini dapat disebabkan dua penyebab yaitu autoimun dan idiopatik
  • Diabetes melitus  tipe 2 (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) disebabkan beberapa penyebab yaitu pertama berkurangnya sensitifitas jaringan terhadap hormon insulin (resistensi insulin) disertai kekurangan hormon insulin relatif sampai dengan defisiensi insulin dominan. Selain itu yang kedua terdapat defek sekresi insulin disertai dengan resistensi insulin
  • Diabetes melitus gestasional, yaitu diabetes melitus yang terjadi pada saat kehamilan
  • Diabetes tipe lain, yaitu kondisi diabetes yang dicetuskan beberapa kondisi diantaranya obat atau zat kimia, infeksi, dan penyakit eksokrin pankreas.

Pada kondisi diabetes tipe 1 dimana pada kondisi tersebut didasarkan atas destruksi sel beta pankreas yang menyebabkan ketiadaan hormon insulin, maka untuk mengendalikan kondisi tersebut, pasien diabetes tipe 1 menggunakan insulin untuk menurunkan gula darah.

Untuk mengendalikan diabetes melitus dimulai dengan melakukan pengaturan makan dan latihan jasmani selama kurun waktu 2-4 minggu. Apabila kadar glukosa darah belum mencapai sasaran, maka dilakukan intervensi farmakologis dengan obat penurun gula darah dan atau suntikan insulin.

Prinsip pengaturan makan pada diabetisi pada umumnya hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum yaitu makanan seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Pada diabetisi sangat penting menekankan keteraturan makan dalam hal jadwal makan, jenis, dan jumlah makanan terutama bagi diabetisi yang menggunakan obat penurun gula darah dan atau insulin

Aktivitas jasmani dilakukan secara teratur (3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit). Kegiatan sehari-hari lain seperti berjalan kaki ke pasar, menggunakan tangga, berkebun, memasak, dan bekerha harus tetap dilakukan. Latihan jasmani selain menjaga kebugaran, bertujuan untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki sesitivitas insulin sehingga dalam dapat memperbaiki kendali gula darah.

Latihan jasmani yang dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobik seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang. Latihan jasmani sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani. Untuk mereka yang relatif sehat,intensitas latihan jasmani bisa ditingkatkan, sementara yang sudah mendapat komplikasi diabetes melitus dapat dikurangi. Hindarkan kebiasaan hidup yang kurang gerak atau bermalas-malasan.

Sebisa mungkin kurangi aktivitas hidup yang tidak aktif seperti :

  • Menonton televisi
  • Menggunakan internet
  • Bermain game komputer

Sebisa mungkin perbanyak aktivitas olahraga rekreasi dan aktivitivitas fisik tinggi pada waktu liburan seperti :

  • Jalan cepat
  • Golf
  • Bersepeda
  • Sepakbola

Terakhir, sebisa mungkin miliki kebiasaaan bergaya hidup sehat seperti :

  • Berjalan kaki pasar
  • Menggunakan tangga (tidak menggunakan lift/eskalator)
  • Berjalan dari tempat parkir
  • Menemui rekan kerja (tidak hanya melalui telepon internal)

0 Komentar

Belum ada komentar