Sukses

Tumbuh Kembang yang Sehat dan Optimal untuk Si Kecil

Tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi, tetapi juga kualitas pengasuhan dan dukungan pada tahun pertama kehidupan.

KlikDokter.com - Tumbuh dan kembang memiliki arti yang berbeda. Sering kali kita masih bingung dengan kedua kata ini. Tumbuh dapat diartikan dengan penambahan berat badan dan tinggi badan yang terukur secara angka. Sedangkan kembang dapat diartikan penambahan kemampuan kognitif dan aktivitas fisik sejalan dengan pertambahan usia anak seperti bicara, motorik kasar, dan motorik halus.

Pertumbuhan anak yang optimal sangat dipengaruhi oleh asupan gizinya. Sebagai contoh, asupan zat besi yang memadai akan sangat mempengaruhi perkembangan otak pada tahap awal kehidupan sampai dengan usia remaja. Beberapa poin berikut merupakan rekomendasi pemberian nutrisi pada anak:

  • Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bagi bayi sampai dengan usia 6 bulan.

  • Bayi sebaiknya tidak diberikan makanan padat selain ASI sampai usia 6 bulan.

  • Pemberian makanan padat dimulai secara bertahap dan tidak memberikan lebih dari satu jenis makanan tiap minggunya.

  • Menurut WHO suplementasi zat besi secara rutin diberikan sejak usia 6 bulan.

  • Menurut American Pediatric Assosiation (AAP), penggunaan dot dan empeng tidak direkomendasikan sebab dapat menimbulkan kerusakan gigi.

  • Menurut AAP, pemberian gula dan garam sebagai penambah cita rasa sebaiknya tidak diberikan.

  • Menurut AAP, asupan lemak pada anak yang berusia kurang dari 2 tahun tidak perlu dibatasi.

Kelainan pertumbuhan dapat dilihat dari kondisi anak, biasanya akan berdampak pada berat badan, kemudian tinggi badan dan lingkar kepala yang tidak sesuai dengan ukuran anak seusianya. Pada beberapa kasus, kelainan pertumbuhan anak didasari suatu kondisi klinis seperti penyakit pencernaan dan kelainan hormonal. Namun pada kasus lain, pertumbuhan yang tidak normal dapat disebabkan kondisi malnutrisi akibat pola makan yang tidak baik.

Sedangkan perkembangan anak dan otaknya sangat dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan dan dukungan pada tahun pertama kehidupan. Lalu kapankah bisa memulai menstimulasi anak? Stimulasi anak bisa dilakukan sedini mungkin. Ludwig dan Sawhill menekankan bahwa terdapat tiga hal penting dalam kualitas pengasuhan pada tahun pertama kehidupan anak, yaitu lakukan sedini mungkin, sesering mungkin, dan secara efektif.

Pendidikan awal adalah tahap pertama pendidikan yang merupakan tahap paling penting dari siklus belajar seumur hidup. Penelitian neurologis telah menunjukkan bahwa 90% pertumbuhan otak terjadi selama lima tahun pertama kehidupan, dan 85 % dari jalur saraf berkembang sebelum memulai sekolah.

Orangtua sebaiknya tidak terpaku pada kemampuan akademik saja. Apabila mengintip negara dengan pendidikan terbaik di dunia yaitu Finlandia, ujian tertulis seperti ujian akhir di Indonesia baru dialami anak Finlandia ketika dirinya lulus sekolah menengah atas. Apakah ini menjadikan mereka buruk secara akademis? Tentu tidak. Pelajar Finlandia mendapatkan nilai tertinggi dibandingkan negara lainnya untuk PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2006. Bahkan angkanya jauh dibanding angka yang didapatkan negara lainnya seperti Amerika, Inggris, Jepang, dan Hong Kong.
Di Finlandia, pendidikan pada usia anak 4-6 tahun merupakan usaha kerjasama antara orang tua dan sarana pendidikan untuk mempersiapkan anak-anak secara fisik (makan dengan benar, menjaga kebersihan ) dan mental (komunikasi, kesadaran sosial, empati, dan refleksi diri) sebelum memulai  belajar lebih formal belajar pada usia tujuh. 
Kesimpulannya adalah bahwa sebelum usia tujuh tahun, metoda belajar anak yang terbaik adalah melalui bermain, sehingga pada saat mereka akhirnya sampai ke sekolah formal yang sebenarnya, mereka benar-benar tertarik untuk memulai belajar dan tidak merasa bosan karena sudah dipaksa belajar sejak kecil.                                        
Apa yang dapat orangtua lakukan untuk membangun tumbuh kembang anak yang optimal? Secara umum, kunci membangun tumbuh kembang anak yang optimal adalah dengan memberikan pemahaman yang positif pada diri anak sejak dini, membiasakan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, serta lakukan hal ini dengan konsisten dan berkelanjutan.

0 Komentar

Belum ada komentar