Sukses

Mengapa Radikal Bebas Harus Ditangkal?

Kenali lebih dalam mengenai radikal bebas, antioksidan, dan sumber makanan antioksidan.

Amway Nutrilite

KlikDokter.com - Radikal bebas adalah molekul atau atom dengan minimal satu elektron yang tidak berpasangan, sehingga menjadi sangat reaktif terhadap atom lainnya. Radikal bebas dihasilkan dari metabolisme normal tubuh, contohnya metabolisme gula untuk diubah menjadi energi; atau dari sumber eksternal seperti paparan sinar matahari, polusi udara, konsumsi alkohol, rokok, dan stres.

Radikal bebas dapat menjadi senyawa yang bermanfaat maupun yang berbahaya. Dalam kadar rendah atau sedang, radikal bebas berperan dalam proses pematangan struktur sel, serta bagian dari sistem imun tubuh untuk menghancurkan kuman yang masuk ke tubuh.

Ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh amat tinggi dan melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya, radikal bebas akan berakumulasi di dalam tubuh sehingga memicu suatu fenomena stres oksidatif—yang akan merusak berbagai struktur seluler seperti DNA, protein, dan membran sel. Hasilnya, struktur tersebut akan mengalami proses oksidasi dan menjadi rusak.

Dalam kehidupan sehari-hari, proses oksidasi dapat dilihat pada besi yang mengalami perkaratan, atau buah potong yang berubah warna menjadi coklat jika dibiarkan di udara. Lalu bagaimana proses oksidasi yang terjadi di tubuh? Penjelasan lengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Mengapa Radikal Bebas Harus Ditangkal?

Stres oksidatif akan memicu peradangan seluler, yang berperan penting dalam proses penuaan kulit. Selain pada kulit, stres oksidatif juga menjadi pemicu utama timbulnya penyakit kronik dan degeneratif seperti kanker, katarak, penuaan dini, radang sendi, penyakit jantung dan pembuluh darah, maupun penyakit saraf.

Semakin bertambah usia seseorang, maka tingkat kerusakan sel akibat radikal bebas juga akan meningkat. Untuk mengatasinya, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melawan stres oksidatif dengan memproduksi antioksidan dalam tubuh, maupun melalui asupan antioksidan yang diperoleh dari luar tubuh.

Molekul yang disebut antioksidan akan berinteraksi dan menstabilkan radikal bebas. Antioksidan yang umum ditemukan adalah vitamin A, C, E, beta karoten, asam lemak esensial (omega-3 dan omega-6), flavonoid, selenium, dan lycopene.

Antioksidan dapat menetralkan kelebihan radikal bebas, melindungi sel dari kerusakan, serta mencegah terbentuknya penyakit terkait. Selain melawan radikal bebas dengan antioksidan, cara lain mengurangi dampak radikal bebas adalah dengan meminimalisasi faktor-faktor eksternal di atas—yang membuat tubuh terpapar radikal bebas.

Antioksidan dapat diperoleh melalui asupan makanan, suplemen antioksidan, maupun melalui penggunaan produk topikal. Secara alami, antioksidan banyak terkandung di dalam sayur dan buah. Selain kedua kelompok makanan tersebut, antioksidan juga ditemukan dalam kadar tinggi pada kacang merah dan hitam, ubi, ikan laut, biji-bijian, dan teh hijau.

0 Komentar

Belum ada komentar