Sukses

Stres dapat Memperparah Jerawat

Seberapa parah jerawat yang membandel di area wajah Anda? dr. Jessica Florencia akan memaparkan dan kupas tuntas berbagai penyebab jerawat membandel di sini.

Stres dapat Memperparah JerawatKlikDokter.com - Jerawat merupakan permasalahan yang sangat umum dan lekat terjadi dalam kehidupan setiap orang.

Tidak pernah ada seorang pun yang tidak pernah tidak memiliki jerawat dalam sepanjang perjalanan hidupnya.

Pasien-pasien dengan jerawat dapat mengalami gangguan psikologis yang cukup berarti, apalagi mereka dengan jerawat yang sedang hingga berat.

Salah satu penelitian terakhir menyebutkan bahwa efek jerawat terhadap kepercayaan diri dan kualitas hidup seorang pasien setara dengan efek kelainan asma atau epilepsi (ayan) terhadap hidup pasien.

Bahkan, terlepas dari derajat keparahannya, terkadang jerawat dapat menjadi suatu kekuatiran utama pada pasien-pasien yang mengalami gangguan psikiatrik, body dysmorphic disorder.

Mayoritas populasi yang memiliki jerawat adalah para remaja usia 14-17 tahun pada wanita, 16-19 tahun pada pria, dan mayoritas berikutnya adalah wanita dewasa yang memiliki jerawat karena gangguan hormonal yang umum terjadi.

Sekitar 12% wanita akan memiliki jerawat hingga usia 44 tahun sedangkan hanya 3% pria yang memiliki jerawat hingga usia 44 tahun.

Selanjutnya kami akan memaparkan variasi penyebab jerawat yang membandel. Silakan klik next untuk melanjutkan.

1 dari 2 halaman

Stres dapat Memperparah Jerawat

Jerawat Membandel
Jerawat merupakan keadaan yang sangat individual. Penyebab jerawat pada tiap-tiap orang dapat sangat bervariasi. Namun, terdapat 3 konsep dasar mengenai mekanisme terjadinya jerawat, yang dapat saling berinteraksi, yaitu hiperaktivitas kelenjar sebasea (lemak), perubahan pada pertumbuhan sel kulit paling luar, dan pengaruh bakteri. Faktor keturunan dan aktivitas hormonal, juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya jerawat.

Selain itu, banyak juga hal-hal yang dapat memicu terjadinya jerawat yang mempengaruhi 3 mekanisme dasar di atas, seperti:

  • Stres
  • Penggunaan kosmetika
  • Banyak minum minuman keras dan pedas
  • Merokok
  • Polusi debu
  • Jerawat yang ditekan-tekan

Dr. Lisa Garner, profesor di departemen dermatologi Universitas Southwestern Texas menegaskan bahwa stres ternyata memegang peranan penting dalam memperberat jerawat. Stres bukan penyebab utama terjadinya jerawat namun dapat memperparah jerawat yang sudah terjadi. Mekanisme yang jelas memang belum diketahui, namun diduga pada mereka yang mengalami stres psikologis, kelenjar-kelenjar sebasea pada kulit memproduksi sebum lebih banyak. Selain itu, mereka yang mengalami stres juga cenderung menekan-nekan sendiri jerawatnya sehingga memicu peradangan terjadi lebih hebat. Jerawat akan semakin membandel ketika seseorang sedang mengalami stres yang berlebihan.

Jangan Mengganggu Jerawat
Sangat penting diketahui agar pasien tidak mengganggu jerawat dengan menekan atau memijat atau sekedar memegang-megang. Hal ini bukan saja akan membuat peradangan menjadi lebih hebat namun juga dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka, sehingga dapat terjadi jaringan parut (scar)/jaringan bekas jerawat.

Upaya 

pengobatan jerawat memang memerlukan kerja sama antara dokter dengan pasiennya. Kepatuhan, kesabaran dan ketekunan merupakan kunci dalam penanganan jerawat, karena seringkali pengobatannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Mengatasi faktor pemicu seperti stres akan sangat membantu agar jerawat tidak menjadi semakin parah. Untuk itu, jika sedang mengalami jerawat dan stres dalam waktu yang bersamaan, selain mendapatkan pengobatan untuk jerawat, carilah waktu untuk konseling baik dengan keluarga, teman atau dengan tenaga medis profesional.

0 Komentar

Belum ada komentar