Sukses

Awas! Kebiasaan Bernafas Melalui Mulut Berbahaya!

Tahukah Anda, ternyata kebiasaan sepele seperti bernafas melalui mulut bisa membawa bahaya pada kesehatan kita? Simak info medis drg. Martha Mozartha, MSi. berikut.

Awas! Kebiasaan Bernafas Melalui Mulut Berbahaya!KlikDokter.com - Gaya hidup di zaman modern membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Kehidupan modern juga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan tulang rahang. Semakin kesini, sepertinya tulang rahang semakin menyempit, dengan semakin banyaknya orang dengan gigi berjejal dibandingkan orang yang hidup pada zaman primitif.

Gigi menjadi berjejal atau tumbuh tumpang tindih di luar lengkung rahang yang normal, jika tulang rahang tidak tumbuh dengan benar. Penyebab yang paling umum adalah kebiasaan buruk, seperti mengisap jari atau bernafas melalui mulut sejak usia dini. Bernafas melalui mulut dapat disebabkan karena adanya hambatan jalan nafas, misalnya karena adanya pembesaran tonsil akibat alergi.  Mekanisme pernapasan yang normal dilakukan dengan mulut tertutup, meliputi udara yang masuk melalui hidung dan mengalir melalui saluran pernapasan menuju paru-paru.

Sementara itu, bernapas melalui mulut umumnya dilakukan dengan mulut terbuka, yang akan membuat pertumbuhan wajah lebih ke arah vertikal. Wajah terlihat memanjang dan tidak proporsional, dagu seolah memendek, rahang atas menyempit. Selain itu, susunan gigi tidak teratur dan bibir tidak kompeten sehingga pasien semakin sulit menutup mulut.

Pertumbuhan rahang yang tidak benar ini akan ”merusak” wajah seiring anak semakin dewasa. Silakan klik next untuk melanjutkan.

1 dari 2 halaman

Awas! Kebiasaan Bernafas Melalui Mulut Berbahaya!

Pertumbuhan rahang yang tidak benar ini akan 'merusak' wajah seiring anak semakin dewasa, namun sebetulnya dapat dihindari. Salah satu cara agar anak terlatih untuk bernafas melalui hidung adalah dengan menyusui anak sejak lahir hingga ±2 tahun. Selain itu, kebersihan rumah harus terjaga dan bebas dari debu, agar anak terhindar dari alergi yang menyebabkan hambatan jalan napas. Kebiasaan menghisap jari (atau pun baju/selimut) juga sebaiknya dihentikan sedini mungkin, karena akan memperparah kelainan gigi dan tulang rahang.

Selain menyebabkan pertumbuhan gigi dan tulang rahang tidak normal, pernapasan melalui mulut juga membawa dampak buruk lainnya. Udara yang masuk melalui mulut tidak disaring dengan baik seperti halnya udara yang melalui hidung, sehingga penderita lebih rentan terkena infeksi. Di samping itu, aliran oksigen yang masuk ke dalam darah lebih sedikit, akibatnya penderita mudah mengantuk dan sulit konsentrasi.

Orang tua perlu mengenali tanda-tanda anak bernafas melalui mulut, agar anak dapat dirawat sedini mungkin. Di antaranya adalah mulut anak yang sering terbuka, terutama saat tidur di malam hari. Selain itu, bernafas melalui mulut juga biasanya disertai dengan kelainan cara bicara serta pola penelanan, yaitu anak menelan dengan mulut terbuka dan lidah berada di antara gigi. Ketika orang tua mendeteksi adanya kelainan pola pernapasan seperti ini, anak perlu dilatih untuk bernapas dengan hidung, dengan mulut tertutup. Selain itu, ada baiknya orang tua mencari perawatan yang diberikan secara profesional oleh dokter gigi yang bekerja sama dengan ahli THT untuk mencegah kelainan gigi dan tulang rahang bertambah parah, serta mengoreksi kelainan yang terlanjur terjadi.

 

Sumber:

-           www.orthotropics.com

-           Menezes, VA et al. Mouth breathing within a multidisciplinary approach: Perception of orthodontists in the city of Recife, Brazil. Dental Press J. Orthod, 2011 Nov-Dec; 16(6):84-92

0 Komentar

Belum ada komentar