Sukses

Cedera Olahraga? Jangan Asal Urut!

Saat kita berolahraga, banyak manfaat yang dapat kita peroleh bagi tubuh kita. Akan tetapi, bukan berarti bahwa olahraga tidak memiliki risiko. Salah satu risiko melakukan olahraga adalah cedera olahraga

KlikDokter.com - Saat kita berolahraga, banyak manfaat yang dapat kita peroleh bagi tubuh kita. Akan tetapi, bukan berarti bahwa olahraga tidak memiliki risiko. Salah satu risiko melakukan olahraga adalah cedera olahraga

Cedera olahraga adalah segala jenis cedera yang timbul akibat melakukan olahraga. Jenis cedera dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan penyebab, berat ringan cedera, waktu, struktur jaringan yang terkena, dan mekanisme terjadinya (biomekanik).

Salah satu klasifikasi yang paling kompleks adalah klasifikasi berdasarkan struktur jaringan. Klasifikasi ini sekaligus dapat membantu kita memahami apa saja yang dapat terjadi pada struktur tubuh kita ketika mengalami cedera.

Cedera berdasarkan struktur jaringan dapat dibagi menjadi:

A. Cedera Jaringan Lunak

Yang termasuk dalam jaringan lunak adalah:

  • Kulit.
  • Jaringan ikat: tendon, ligamen
  • Jaringan non konektif: pembuluh darah, saraf, dan otot

Cedera pada kulit yang paling sering adalah ekskoriasi (lecet), laserasi (robek), atau punctum (tusukan). Ekskoriasi (lecet) terjadi karena adanya gesekan dengan benda rata, misal tanah, aspal. Luka laserasi adalah luka sobek yang disebabkan oleh benda tajam. Sedangkan luka puctum disebabkan oleh tusukan.

Cedera pada otot/tendon dan ligamen merupakan jenis cedera olahraga yang paling sering didengar dan paling sering menimbulkan konsekuensi dalam sebuah pertandingan. Dua jenis cedera yang paling umum adalah strain dan sprain.

Strain adalahcedera yang terjadi pada otot dan tendon. Biasanya disebabkan oleh adanya peregangan yang berlebihan. Gejala: Nyeri yang terlokalisasi, kekakuan, bengkak, perdarahan bawah kulit di sekitar daerah yang cedera.

Sprain adalah cedera yang disebabkan adanya peregangan yang berlebihan sehingga terjadi cedera pada ligamen. Gejala : nyeri, bengkak, perdarahan pada ligamen, tidak dapat menggerakkan sendi, kesulitan untuk menggunakan area yang cedera. Sprain dapat dibagi menjadi 3 derajat :

  • Derajat I : ligamen teregang berlebihan, cedera terjadi secara mikroskopik,tapi tidak terjadi suatu robekan.
  • Derajat II : terjadi robekan parsial dari ligamen.
  • Derajat III : terjadi robekan total dari ligamen. Ini merupakan derajat terparah dari suatu sprain.

B. Cedera Jaringan Padat

Cedera ini terjadi pada tulang atau sendi. Dapat ditemukan bersama dengan cedera jaringan lunak. Yang termasuk cedera ini:

  • Fraktur (Patah Tulang)
    Yaitu terganggunya struktur jaringan tulang yang disebabkan karena tulang mengalami suatu trauma atau gaya yang melebihi batas kemampuan yang mampu diterimanya. Bentuk dari patah tulang dapat berupa hanya retakan hingga hancur berkeping-keping.

  • Dislokasi
    Sendi adalah hubungan di antara dua buah ujung tulang yang berfungsi seperti sebuah engsel, sehingga tulang yang satu dapat bergerak terhadap tulang yang lainnya. Dislokasi adalah sebuah keadaan dimana posisi tulang pada sendi tidak pada tempat yang semestinya. Biasanya dislokasi akan disertai oleh cedera ligamen (sprain).

Apabila Anda mengalami cedera olahraga, ingatlah jangan menemui tukang urut atau tukang pijat, akan tetapi segeralah menemui dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan cedera Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar