Sukses

Radang Sendi Bukan Hanya Milik Orang Tua

Banyak orang menganggap radang sendi sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua, padahal ini juga bisa menyerang anak muda.

H2 Health & Happiness

KlikDokter.com - Secara umum, risiko artritis (radang sendi) memang meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Namun saat ini penyakit radang sendi juga sering didapati pada usia 20-40 tahun. Ini merupakan periode seseorang untuk membangun karier dan memiliki anak, sehingga produktivitas amatlah penting. Artritis juga lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki, pada seluruh kelompok ras dan etnis.

Jenis artritis yang sering dialami oleh usia muda adalah Rheumatoid Arthritis (RA) yang merupakan penyakit autoimun. Riwayat keluarga merupakan faktor risiko yang penting, karena penyakit autoimun cenderung diturunkan dalam keluarga. Kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko RA pada individu yang memiliki faktor genetik penyakit tersebut.

Pada negara berkembang, jumlah penderita RA adalah sekitar 0.3-1% dari populasi dan lebih banyak dialami oleh wanita. Terkait dengan produktivitas seseorang, WHO menyebutkan dalam periode 10 tahun, sekitar 50% penderita RA tidak dapat mempertahankan pekerjaan purna waktu mereka.

Secara global, jenis artritis yang paling sering dialami adalah Osteoarthritis (OA). Halaman berikut penjelasan selengkapnya mengenai OA:

1 dari 2 halaman

Radang Sendi Bukan Hanya Milik Orang Tua

H2 Health & Happiness

OA adalah jenis radang sendi degeneratif. Beberapa faktor pemicunya antara lain usia lanjut, riwayat cedera, dan gaya hidup. OA sering didapati pada sendi yang menahan beban secara terus-menerus, seperti lutut, pinggul, jari, dan tulang belakang bagian bawah. Selain itu, OA juga terkait dengan jenis pekerjaan seseorang. Individu yang sering berada dalam suatu posisi dalam waktu lama, contohnya petani yang sering membungkuk atau individu yang sering mengangkat beban berat lebih berisiko mengalami OA. Secara global, terdapat 9.6% pria dan 18% wanita di atas usia 60 tahun yang mengalami gejala OA. Dan sebanyak 80% penderita OA mengalami keterbatasan dalam beraktivitas fisik sehari-hari.

OA sekunder merupakan jenis OA yang dialami oleh individu yang berusia lebih muda. Misalnya pada individu yang mengalami obesitas, memiliki riwayat cedera persendian, dan kelainan genetik.

Individu berusia muda sering kali menghiraukan gejala artritis dan terlambat untuk didiagnosis. Penyakit artritis – terutama pada usia muda – dapat menyebabkan kecacatan dan penurunan kualitas hidup, sehingga evaluasi medis amat penting untuk dilakukan sejak dini. 

0 Komentar

Belum ada komentar