Sukses

AS Mengesahkan Obat Viagra untuk Wanita

Telah hadir obat rangsang libido wanita terbaru yang telah disahkan oleh pihak otoritas kesehatan Amerika Serikat. Simak di sini selengkapnya.

KlikDokter.com - FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Amerika Serikat baru saja mengesahkan obat yang diklaim dapat menjadi pendongkrak libido wanita. Dikenal populer oleh masyarakat dengan sebutan ‘the female viagra’, obat itu bernama asli Flibanserin.

Flibanserin diproduksi oleh perusahaan farmasi Sprout Pharmaceuticals, dan baru disahkan dari hasil sidang FDA di tanggal 4 Juni 2015 lalu melalui voting 18 suara dari 24 keseluruhan untuk pengesahannya.

Berbeda dengan Viagra yang bekerja melancarkan peredaran darah ke daerah genitalia pria sehingga menimbulkan ereksi, Flibanserin bekerja dengan meningkatkan zat kimiawi di otak, Karena proses terbit libido pada wanita sedikit berbeda dengan pria. Jika pria mudah terbit libido dengan kondisi genital ereksi, wanita perlu melibatkan kondisi yang sedikit kompleks dari itu, yakni melibatkan kerja hormon dan beberapa neurotransmitter di otak, (Baca: Kesehatan Otak Mempengaruhi Seksualitas)

Namun yang jadi perbedaan mendasar adalah tata laksananya. Jika Viagra bekerja pada pria 1 jam sebelum aktivitas seksual, flibanserin harus diikuti dengan terapi dan pengawasan dokter selama beberapa bulan.

Meskipun pernah ditolak pengesahannya oleh FDA sebanyak dua kali sebelumnya karena rendahnya efektivitas kerja obat dan ditemukannya efek samping, setelah disahkan pihak produsen filbanserin mengklaim beberapa uji coba klinis menunjukan hasil peningkatan kepuasan seks pada pasangan yang menjalankan terapi.

Adakah Efek Sampingnya? Penjelasan selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

AS Mengesahkan Obat Viagra untuk Wanita

Adakah Efek Sampingnya?

Sayangnya ada. Tercatat beberapa efek samping yang dilaporkan beberapa diantaranya adalah gangguan liver, pusing bahkan sampai hilang kesadaran.

Pertimbangan munculnya efek samping inilah yang sempat tertolaknya pengesahan flibanserin oleh FDA.

Meski demikian kehadiran flibanserin dapat dikatakan menjadi titik cerah bagi pasien gangguan disfungsi seksual wanita.  (Baca: Gagal Membangun Seks Wanita?).

Gangguan disfungsi seksual pada wanita atau  HSDD (Hypoactive Sexual Desire Dsorder), meliputi:

  • Rendahnya minat seksual pada wanita yang berlangsung kronis, yang dilatarbelakangi oleh gangguan stres dan kejiwaan lainnya (rendah percara diri, depresi atau bahkan trauma seksual di masa lalu).
  • Dapat disebabkan oleh gangguan hormon, kondisi pasca operasi dan lainnya.
  • Rendahnya minat seksual yang bisa diakibatkan oleh ketidaknyamanan ketika berhubungan seksual.
  • Ketidakmampuan mencapai orgasme.

0 Komentar

Belum ada komentar