Sukses

5 Alasan Gigi yang Hilang Harus Diganti dengan Gigi Tiruan

Prinsip perawatan kedokteran gigi modern saat ini adalah bersifat konservatif, yaitu gigi asli yang ada harus sebisa mungkin dipertahankan. Namun pada kondisi dimana gigi sudah tidak bisa dirawat lagi maka pencabutan adalah pilihan terakhir. Nah, setelah gigi dicabut, apakah lantas dibiarkan saja?

5 Alasan Gigi yang Hilang Harus Diganti dengan Gigi TiruanKlikDokter.com - Prinsip perawatan kedokteran gigi modern saat ini adalah bersifat konservatif, yaitu gigi asli yang ada harus sebisa mungkin dipertahankan.

Namun pada kondisi dimana gigi sudah tidak bisa dirawat lagi maka pencabutan adalah pilihan terakhir. Nah, setelah gigi dicabut, apakah lantas dibiarkan saja?

Idealnya, gigi asli yang hilang harus diganti dengan gigi tiruan. Namun kenyataannya, orang-orang masih banyak yang mengabaikannya.

Mungkin karena banyak orang menganggap kehilangan satu-dua gigi tidak masalah dan tidak berbahaya, asal masih bisa mengunyah.

Padahal gigi yang hilang dan tidak diganti akan menimbulkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Simak penjelasan berikut.

Silakan klik next untuk melanjutkan.

1 dari 2 halaman

5 Alasan Gigi yang Hilang Harus Diganti dengan Gigi Tiruan

Berikut penjelasannya:

  1. Gigi “ompong” tentu akan mengganggu estetika, terutama apabila gigi yang hilang adalah gigi depan. Gigi bagian belakang pun masih akan tetap terlihat saat kita sedang tertawa lebar.

  2. Gigi yang hilang tentu mengurangi kenyamanan saat mengunyah dan menggigit makanan, apalagi jika yang hilang adalah gigi geraham. Ketidaknyamanan tersebut dapat membuat orang mengunyah hanya di satu sisi, dimana gigi masih lengkap. Mengunyah satu sisi dapat membuat sisi yang tidak digunakan malah menjadi lebih kotor dan menjadi tempat menumpuknya karang gigi.  

  3. Gigi yang berada di samping gigi yang hilang lama kelamaan akan mengalami perubahan posisi, bisa bergeser atau pun miring. Bila yang hilang adalah gigi bawah, maka gigi lawannya di rahang atas akan “turun” dan terlihat lebih panjang karena tidak ada lagi yang menahannya.  Gigi yang miring atau renggang dapat membuat makanan lebih mudah terselip dan dapat berujung kepada karies gigi.

  4. Perubahan posisi gigi akan mengganggu harmonisasi oklusi (gigitan) gigi geligi rahang atas maupun bawah. Akibatnya, kerja otot-otot yang bertugas membuka dan menutup rahang serta sendi rahang akan menjadi tidak seimbang. Jika terjadi secara terus menerus, dalam jangka panjang akan menyebabkan kelainan pada sendi rahang (TMD/Temporomandibular Disorder). Gejala yang dapat terjadi pada kelainan ini bervariasi, mulai dari tidak nyaman saat membuka dan menutup mulut hingga sakit kepala yang tidak jelas penyebabnya.

  5. Orang yang mengalami kehilangan gigi dan tidak diganti akan terlihat lebih tua, apalagi jika gigi yang hilang cukup banyak. Hal ini dikarenakan tulang rahang pada lokasi gigi yang hilang akan mengalami aus, dan tidak lagi dapat menahan pipi dan bibir. Contoh ekstrimnya adalah pada orang lanjut usia yang semua giginya sudah hilang, pipinya terlihat kempot dan bibir tampak mengkerut.

Memang, seenak dan sebagus apapun gigi tiruan, tetap lebih enak dan nyaman gigi asli. Namun setidaknya gigi tiruan dapat mengembalikan fungsi-fungsi gigi menjadi kembali normal.

0 Komentar

Belum ada komentar