Sukses

Fakta Medis di Balik Mitos Batuk yang Menyesatkan

Banyak informasi simpang siur mengenai keluhan batuk yang beredar di masyarakat. Jangan terjebak! Ini dia fakta di balik mitos batuk yang populer.

Batuk adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, benda asing, mikroba, serta berbagai hal yang dapat menimbulkan iritasi.

Karena bisa terjadi pada siapa saja dan dapat jadi tanda adanya kondisi berbahaya, tak sedikit mitos seputar batuk beredar di masyarakat. 

Nah, agar Anda tak lagi terjebak dengan informasi palsu, berikut ini adalah fakta di balik mitos batuk yang populer di masyarakat:

1 dari 5 halaman

1. Mitos: Semua Batuk Disebabkan oleh Infeksi

Faktanya, batuk tak hanya bisa disebabkan oleh infeksi, namun juga alergi, gangguan lambung atau jantung. 

Mekanisme batuk yang terjadi bergantung pada penyebab yang mendasari. Misalnya, batuk akibat alergi. Dalam kasus ini, Anda akan batuk apabila terpapar dengan zat alergen (pemicu alergi). Namun ketika sudah tidak lagi terpapar, batuk dapat berangsur pulih.  

Artikel Lainnya: 3 Mitos Kesehatan yang Sering Muncul Saat Anda Kehujanan

2. MitosAntibiotik Membuat Batuk Lebih Cepat Sembuh

Faktanya, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat memberikan hasil yang optimal. Karena pada dasarnya, antibiotik adalah obat yang hanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri.

Jadi, apabila Anda batuk karena naiknya asam lambung akibat infeksi bakteri di saluran pencernaan, mengonsumsi antibiotik tidak akan berguna.  

3. MitosBatuk Lama Pasti Disebabkan oleh Tuberkulosis (TB)

Faktanya, batuk berkepanjangan tak melulu terjadi akibat tuberkulosis. Beberapa penyakit lain, seperti bronkitis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), gagal jantung, alergi, asma, dan kanker paru juga dapat menyebabkan kondisi batuk yang demikian. 

Untuk memastikan penyebab utama batuk berkepanjangan, sebaiknya lakukanlah pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Jangan main hakim sendiri, karena bisa saja diagnosis Anda salah.

2 dari 5 halaman

4. Mitos: Obat Batuk Dapat Menyebabkan Kantuk

Faktanya, rasa kantuk hanya akan terjadi jika Anda mengonsumsi obat batuk yang mengandung antihistamin berupa chlorpheniramine maleate

Apabila obat batuk yang Anda konsumsi tidak memiliki kandungan tersebut, rasa kantuk tentu tidak akan terjadi. Hal yang Anda alami bisa saja sugesti dari efek plasebo obat tersebut.

5. MitosKehujanan atau Udara Dingin Dapat Menyebabkan Batuk Pilek

Faktanya, batuk pilek akibat kehujanan atau udara dingin hanya akan dialami oleh penderita alergi atau orang-orang yang sensitif terhadap kondisi tersebut.

Jika Anda tidak alergi dan tidak sensitif terhadap suhu dingin namun tetap merasakan batuk, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri (bukan akibat suhu).

6. Mitos:  Sup Hangat atau Alkohol Bisa Sembuhkan Batuk Pilek

Faktanya, rasa nyaman yang ditimbulkan oleh makanan maupun minuman yang menghangatkan tubuh dapat memberi sugesti bahwa penyakit telah membaik.

Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa sup atau alkohol dapat menyembuhkan batuk maupun pilek yang Anda alami. 

3 dari 5 halaman

7. Mitos: Tidak Boleh Mandi saat Batuk Pilek

Faktanya, mandi sebanyak dua kali sehari dapat membasuh kuman yang menempel pada tubuh. Dengan tubuh yang bersih, kesehatan bisa segera diraih.

Artikel Lainnya: Batuk? Ini Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari

8. Mitos: Makanan Asam Bisa Menyebabkan Batuk

Faktanya, hingga saat ini belum ada bukti mengenai makanan asam dapat menyebabkan batuk. 

Justru, yang bisa menjadi penyebab batuk adalah makanan manis atau bersifat merangsang tenggorokan. Risikonya bisa makin tinggi jika kondisi tubuh Anda sedang sensitif atau tidak fit. 

9. Mitos: Stres Emosional Bukanlah Penyebab Batuk Berkepanjangan

Faktanya, stres emosional dan masalah psikis bisa saja membuat seseorang lebih rentan terserang batuk. 

Gejala batuk akibat stres emosional bahkan dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan batuk yang disebabkan oleh kuman.

4 dari 5 halaman

10. Mitos: Vaksin Dapat Mencegah Batuk

Faktanya, vaksin untuk batuk rejan memiliki efektivitas yang akan menurun seiring berjalannya waktu. 

Sedangkan vaksin influenza hanya melindungi tubuh terhadap 3 hingga 4 jenis influenza. Vaksin juga tidak akan mempan apabila penyebabnya bersifat non-infeksi, seperti alergi.

Batuk biasanya disebabkan oleh kondisi yang tidak berbahaya, dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, Anda mesti tetap waspada. Jangan sungkan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami batuk lebih dari 1 bulan.

Anda juga mesti segera berobat ke dokter apabila mengalami batuk disertai sulit bernapas, nyeri dada, keluar darah, demam di siang maupun malam hari, dan mengganggu tidur. 

Jangan lagi terjebak dengan mitos batuk. Cari tahu lebih lanjut mengenai hal tersebut dengan bertanya langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar