Sukses

6 Mitos tentang Batuk Pilek pada Anak

Banyak sekali mitos yang beredar mengenai batuk pilek pada anak, dan kebanyakan malah membuat para orangtua khawatir. Temukan fakta sebenarnya di sini!

Permen WOODS

KlikDokter.com - Batuk sebenarnya merupakan respons fisiologis tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas. Namun, orangtua mana yang tidak cemas melihat anaknya mengalami batuk dan pilek, apalagi disertai demam? Berikut ini adalah fakta dan mitos tentang batuk pilek pada anak:

1. Mitos: Jika anak batuk maka mereka terkena pneumonia.

Fakta: Ini adalah isu yang paling dikhawatirkan oleh para orangtua. Memang benar, batuk bisa menjadi gejala adanya pneumonia (infeksi paru-paru). Namun batuk bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti flu atau alergi yang dapat sembuh sendiri tanpa harus diobati. Namun, untuk bayi usia < 6 bulan sebaiknya segera periksakan ke dokter jika muncul keluhan batuk pilek disertai demam.

2. Mitos: Semua anak yang batuk harus minum obat batuk dan antibiotik.

Fakta: Batuk merupakan respons fisiologis tubuh yang normal. Tidak semua batuk pilek membutuhkan obat batuk dan antibiotik. Penyebab tersering batuk pilek pada anak adalah infeksi virus, sedangkan antibiotik digunakan untuk melawan infeksi bakteri.

Beikut pelurusan fakta dari mitos batuk lainnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

6 Mitos tentang Batuk Pilek pada Anak

Permen WOODS

3. Mitos: Jika anak batuk pilek, berikan saja obat batuk pilek yang dijual bebas.

Fakta: Lebih dari 70% orangtua salah memberikan dosis obat pada anak. Tidak semua obat batuk pilek dapat diberikan pada anak semua usia. Bayi usia < 6 bulan tidak boleh diberikan obat batuk pilek kombinasi yang dijual bebas, karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Selain itu, setiap dosis obat harus disesuaikan dengan berat badan anak. Maka dari itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk pemberian obat pada anak.

4. Mitos: Vaksin flu hanya boleh diberikan untuk orang dewasa.

Fakta: Vaksin flu penting untuk orang dewasa maupun anak-anak. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan anak yang berusia lebih dari 6 bulan untuk diberikan vaksin flu setiap tahun. Anak usia kurang dari 5 tahun sangat berisiko terkena komplikasi akibat flu, seperti pneumonia.

5. Mitos: Minum susu membuat akan mengentalkan lendir.

Fakta: Tidak ada hubungan antara konsumsi susu dan produksi lendir. Jadi jangan hentikan pemberian susu, kecuali jika anak dalam kondisi sesak berat untuk menghindari cairan masuk ke dalam paru-paru akibat tersedak.

6. Mitos: Madu dapat diberikan untuk mengatasi batuk pada anak-anak segala usia.

Fakta: Madu memang dapat mengurangi batuk, bahkan World Health Organization (WHO) merekomendasikan madu untuk mengurangi batuk. Namun, madu hanya boleh diberikan untuk anak-anak yang berusia di atas 1 tahun.

0 Komentar

Belum ada komentar