Sukses

Gejala Stroke Pada Anak

Sama seperti orang dewasa, anak-anak bisa stroke juga. Apa saja pencetus stroke pada anak? Simak selengkapnya bersama dr. Adithia Kwee di sini.

Gejala Stroke Pada AnakKlikDokter.com - Stroke merupakan penyakit yang menakutkan bagi orang berusia lanjut.

Terutama yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis, ataupun penyakit jantung.

Namun siapa sangka ternyata penyakit stroke tidak memilih usia. Usia muda bahkan anak-anak pun ternyata bisa terkena stroke. (Baca: 5 Gejala Stroke)

Stroke diartikan sebagai berkurangnya asupan darah ke otak secara tiba-tiba, baik itu disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak ataupun karena sumbatan.

Begitu pula dengan stroke yang dialami oleh anak-anak.

Silakan klik next untuk melanjutkan.

1 dari 2 halaman

Gejala Stroke Pada Anak

Umumnya, pencetus stroke pada orang berusia dewasa atau lebih tua adalah:

  • Faktor tekanan darah tinggi
  • Kadar lemak darah (kolesterol LDL) tinggi
  • Penyakit kencing manis (diabetes)
  • Penyakit jantung

Berbeda halnya dengan stroke pada anak. Pada anak, kondisi yang sering mencetus terjadinya stroke yaitu:

  • Kelainan kongenital (bawaan) pembuluh darah sehingga rapuh dan mudah pecah
  • Kelainan jantung bawaan, atau
  • Karena gumpalan darah karena penyakit darah seperti penyakit sel sabit.

Gejala stroke yang dialami oleh anak-anak sama seperti yang dialami oleh orang dewasa, antara lain:

  • Tiba-tiba lemas pada anggota gerak, dapat mengenai keempat anggota gerak ataupun hanya di satu sisi.
  • Tiba-tiba sulit berjalan
  • Sulit berbicara
  • Mengalami gangguan menelan, atau
  • Kejang jika pada bayi yang baru lahir.

Stroke pada anak termasuk penyakit yang jarang terjadi. Setiap tahunnya, sekitar 6 dari 100.000 anak terkena stroke.

Gejala yang dialami anak biasanya telat diketahui oleh orangtua karena masyarakat pada umumnya masih asing dengan masalah stroke pada anak. (Baca: 4 Penyebab Hipertensi di Usia Muda)

Hal inilah yang biasanya menyebabkan penanganan  menjadi terlambat dilakukan sehingga pemulihan menjadi tidak optimal.

Bila pada bayi, penanganan terlambat dilakukan dapat disebabkan oleh ketidakmampuan bayi berkomunikasi untuk menyampaikan keluhannya.

Bila anak Anda mengalami gejala seperti stroke, alangkah baiknya jika langsung dibawa ke dokter untuk memastikan anak Anda terkena stroke atau tidak sehingga penanganan dini dapat dilakukan.

Baca juga:

Stroke Dapat Dicegah Dengan Menahan Marah

Sering Pusing, Tengkuk Kaku dan Mudah Lupa?

5 Cara Makan Gorengan yang Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar