Sukses

Beda Obat Generik dan Obat Paten

Memiliki harga yang lebih murah, apa beda obat generik dan obat paten?

Obat merupakan salah satu barang yang Anda cari pertama kali saat sedang sakit. Baik itu obat generik maupun obat paten, keduanya bisa jadi selalu tersedia di rumah Anda.

Tapi, apa perbedaan obat generik dan paten? Benarkah kualitas obat generik lebih buruk karena harganya lebih murah? 

Obat Paten dan Obat Generik 

Saat Anda sakit, tak sedikit pasien yang meminta dokter untuk meresepkan obat paten ketimbang obat generik.

Alasannya, obat paten lebih terpercaya karena harganya terbilang mahal dan komposisinya lebih kuat ketimbang obat generik. 

Banyak yang beranggapan bahwa obat paten lebih baik dibanding obat generik, karena obat generik memiliki harga yang murah sehingga kualitasnya juga rendah.

Namun, benarkah anggapan seperti itu? 

Dijelaskan oleh dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, hal itu adalah anggapan yang sangat salah, karena obat generik juga memiliki kandungan yang sangat baik untuk pasien yang sakit. 

Artikel Lainnya: Hati-Hati, Deretan Obat Herbal Ini Bisa Picu Penyakit Hati

“Hanya karenanya harganya lebih murah, bukan berarti obat generik tidak lebih baik dari obat paten," kata dr. Dejandra.

Meski obat paten memang memiliki komposisi yang sudah diracik lagi, tapi keduanya sama-sama efektif dalam menyembuhkan penyakit,” sambungnya.

Dalam dunia farmasi dan kedokteran, lanjut dr. Dejandra, ada dua jenis obat yang memang beredar, yakni obat paten dan juga obat generik.

"Obat generik pun dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni obat generik berlogo dan obat generik bermerek,” tambahnya. 

Berikut ini perbedaan obat generik berlogo (OGB) dan obat generik bermerek (branded generic):

  • Obat Generik Berlogo (OGB)

Obat generik berlogo (OGB) adalah obat yang umumnya hanya menampilkan logo “Generik” tanpa mencantumkan nama farmasi atau perusahaan tempat obat tersebut diproduksi.

Obat generik berlogo tidak memiliki biaya promosi, sehingga memiliki harga jual yang relatif terjangkau.

  • Obat Generik Bermerek (branded generic)

Obat generik bermerk (branded generic) adalah jenis obat generik yang mencantumkan nama farmasi atau perusahaan tempat obat tersebut diproduksi.

Obat generik bermerk biasanya memiliki harga jual yang relatif lebih tinggi, meski kandungan di dalamnya serupa dengan obat generik berlogo (OGB).

1 dari 4 halaman

Sekilas Tentang Obat Paten

Obat paten merupakan obat baru yang diproduksi dan dipasarkan oleh sebuah perusahaan farmasi yang sudah memiliki hak paten.

Obat paten yang dipasarkan pun sudah melalui serangkaian uji klinis yang dilakukan oleh perusahaan farmasi sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. 

“Obat paten ini tidak boleh diproduksi dan dipasarkan lagi oleh perusahaan farmasi lain tanpa seizin pemilik hak paten,” kata dr. Dejandra. 

Di Indonesia, ujar dr. Dejandra, hak paten suatu obat itu lamanya sekitar 20 tahun. Setelah lewat dari itu, hak paten bisa diperpanjang.

"Jika tidak segera diperpanjang, obat tersebut bisa diproduksi oleh perusahaan farmasi lain. Baik dalam bentuk obat generik berlogo maupun obat generik bermerek,” lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Mengenal Obat Generik

Jika obat paten memiliki farmasi sendiri, apakah artinya obat generik dibuat bukan dari farmasi? Tentu tidak. 

Obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya, sehingga bisa diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar hak paten.

Umumnya, obat generik memiliki efektivitas yang sama dengan obat paten, namun harganya jauh lebih murah ketimbang obat paten. 

Artikel Lainnya: Kenali Suplemen Vitamin yang Cocok untuk Tubuh Anda

“Meski harganya murah, obat generik memiliki kandungan yang sama dengan obat paten. Karena itu, obat generik sangat terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah,” ujar dr. Dejandra. 

Lantas, apa yang membuat obat generik memiliki harga lebih murah ketimbang obat paten? 

“Pertama, obat generik tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan riset penemuan karena obat ini dulunya adalah obat paten," ungkap dr. Dejandra

"Kedua, obat generik tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pematenan obat. Jadi, bukan karena komposisi atau kualitas, melainkan karena kedua hal tersebut,” tambahnya lagi. 

Selain itu, keamanan obat generik pun sama dengan obat paten. Keduanya sama-sama aman untuk digunakan dan memiliki efek samping yang sama juga.

Efektivitas obat paten dan generik juga dikatakan sama, asalkan dikonsumsi dengan dosis yang tepat dan tergantung dengan kondisi tubuh Anda. 

“Obat generik memiliki kekuatan, kemurnian, kualitas, dan cara kerja yang sama dengan obat hak paten," tutur dr. Dejandra

Atas dasar itu, jangan lagnggai berapan bahwa obat generik memiliki kualitas yang lebih buruk ketimbang obat paten. 

3 dari 4 halaman

Contoh Obat Generik

Berikut ini adalah beberapa contoh obat generik yang paling sering digunakan:

  • Parasetamol (asetaminofen)

Parasetamol adalah obat yang memiliki fungsi utama untuk menurunkan demam. Obat ini juga memiliki manfaat sampingan meringankan nyeri derajat ringan hingga sedang.

  • Asam Mefenamat

Asam mefenamat (mefenamic acid) adalah obat yang memiliki fungsi utama untuk meredakan nyeri atau sakit akibat peradangan di tubuh. Obat in juga bisa membantu meredakan nyeri haid.

  • Ambroxol

Ambroxol adalah obat mukolitik, yang memiliki fungsi utama mengencerkan dahak di saluran pernapasan. Obat ini juga bisa membantu melegakan saluran pernapasan.

  • Dekongestan

Dekongestan adalah obat dengan fungsi utama untuk meredakan hidung tersumbat, yang terjadi akibat sinusitis, flu dan alergi.

  • Antasida Doen

Antasida doen adalah obat yang memiliki fungsi utama menurunkan asam lambung tinggi, sehingga sangat baik untuk meredakan penyakit mag dengan gejala nyeri ulu hati, sering berserdewa, dan perut kembung.

Nah, kini Anda sudah tahu perbedaan obat paten dan generik. Ingat, obat yang harga murah belum tentu berkualitas buruk. Baik obat paten dan generik sama-sama berkualitas asalkan dikonsumsi dengan tepat.

[RPA/ RH]

1 Komentar

  • Natalie Lenny

    obat generik memang sama kandungannya dok... tapi dari kerjanya efeknya jauh sama obat paten jelas ibarat mobil yg satu mesin buatan SMK satunya uda buatan Roll Royce dok hehehehe jauh lbh cepat terasa efeknya obat paten (bukan berarti saya anti generik loh dok)