Sukses

Kenali Alergi Pada Ibu Hamil

Alergi pada masa kehamilan kadang tak terhindarkan. Untuk mencegah atau mengatasinya, diperlukan langkah-langkah kesehatan dan penanganan yang tepat. Simak penjelasan lengkap dr. Melyarna Putri di sini.

Tropicana Slim Alergon

KlikDokter.com - Kemunculan alergi pada seseorang bisa sangat mengganggu kehidupan sehair-hari, tidak terkecuali pada ibu hamil. Ibu hamil dengan segala kemungkinan kelainan dalam kehamilannya, perlu benar-benar menjaga kesehatan agar alergi tidak perlu terjadi. Apa saja yang harus Anda ketahui mengenai alergi pada kehamilan?

Isabella Pali-Schöll, Ph.D., dalam artikelnya yang bertajuk “Asthma dan Allergic in Pregnancy” mengatakan bahwa asma dan alergi dalam kehamilan dapat menimbulkan banyak masalah. Misalnya saja dalam pemilihan obat alergi.

Seperti yang kita ketahui bahwa wanita hamil tidak bisa sembarangan mengonsumsi obat karena efeknya dapat mempengaruhi janin. Idealnya, Anda tidak mengonsumsi obat apa pun yang dapat memicu masalah dalam perkembangan janin pada trimester pertama kehamilan. 

Kemunculan asma dan alergi pada kulit dalam kehamilan sangat sering dijumpai. Bentuk alergi sangat bermacam-macam di antaranya:

  • Kelainan kulit seperti gatal-gatal dan kemerahan
  • Kelainan pernapasan seperti batuk dan hidung meler
  • Kelainan pencernaan seperti diare, konstipasi, dan nyeri perut
  • Gejala berat seperti bengkak mata, mulut, dan kesulitan bernapas

Memang, alergi tidak dapat dihilangkan seratus persen, namun kemunculannya dapat dikontrol agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagaimanakah caranya? Caranya adalah dengan mengenali alergen atau penyebab alergi yang mungkin masuk ke tubuh kita. 

Apa sajakah yang biasanya menjadi pemicu alergi? Selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Kenali Alergi Pada Ibu Hamil

Tropicana Slim Alergon

Alergen pada setiap orang bisa berbeda-beda dan jenisnya pun sangat beragam, seperti debu, tungau, asap rokok, bulu binatang, kecoa, bisa ular, obat dan makanan. Menurut Boyce, dkk dalam “Guidelines for the Diagnosis and Management of Food Allergy in the United States”, makanan yang sering menjadi pencetus alergi di antaranya telur, susu, gandum, kacang tanah, ikan, kerang, dan udang. Menurut sumber yang sama, angka kejadian alergi terhadap makanan di Amerika semakin meningkat dalam 10-20 tahun terakhir. Sehingga sebaiknya ibu hamil benar-benar teliti dan berhati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsinya.

Selain menghindari alergen pencetus, menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga penting dilakukan. Menurut buku ajar Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, kulit yang memiliki bakat alergi lebih rentan terkena infeksi, oleh karena itu kebersihan diri merupakan faktor yang sangat penting. Begitu juga dengan kebersihan lingkungan, misalnya membersihkan area yang sering menyimpan banyak debu seperti kamar atau menghindari tungau di karpet, kapuk, bahan beludru pada sofa atau gorden. Seseorang dengan riwayat alergi juga sebaiknya menghindari stres, karena dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan pelepasan zat kimia yang berkaitan dengan alergi.

Sumber :

  1. Pali-Scholl. Asthma dan Allergic in Pregnancy. WAO Journal;2:26Y36. 2009
  2. Lorenzo, dkk. Allergy in Pregnancy. La Clinica Terapeutica:145(9):223-229. 1994
  3. Zeiger. Asthma and Allergy in Pregnancy. Clinics in Perinatology:24(2):407-432. 1997
  4. Boyce, dkk. Guidelines for the Diagnosis and Management of Food Allergy in the United States. Allergy Clin Immunol. 2010 Dec; 126(6 0): S1–58.
  5. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Kulit dan kelamin. Balai Penerbit FKUI. Ed VI. 2013

0 Komentar

Belum ada komentar