Sukses

Sering Batuk, Benarkah Selalu Gejala TBC?

Sering batuk adalah salah satu gejala utama TBC atau tuberkulosis. Tapi, apa memang selalu demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Tuberkulosis alias TBC merupakan merupakan penyakit menular yang kasusnya kian merebak. Satu dari sekian gejala TBC yang paling dikenal adalah keluhan sering batuk dan tidak kunjung membaik meski telah diberikan obat-obatan.

TBC itu sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang bersifat sistemik. Bakteri ini paling sering menyerang paru-paru, meski tidak menutup kemungkinan untuk menginfeksi organ tubuh lain, seperti otak, kulit, usus, tulang dan sebagainya. 

TBC memiliki gejala yang bermacam-macam. Salah satu yang paling dikenal adalah keluhan sering batuk. Lantas, apakah itu berarti bahwa sering batuk sudah pasti disebabkan oleh penyakit TBC? Jawabannya: bisa jadi. 

Batuk yang merupakan gejala khas TBC biasanya berlangsung selama tiga minggu atau lebih. Keluhan ini biasanya hadir bersama keluarnya darah saat batuk, penurunan berat badan tanpa sebab, sering menggigil, berkeringat di malam hari dan mengalami nyeri yang timbul saat bernapas.

Meski demikian, TBC bukanlah satu-satunya penyakit yang bisa menyebabkan gejala sering batuk. Dengan kata lain, sering batuk juga bisa menjadi gejala dari penyakit selain TBC. 

Penyakit penyebab sering batuk

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa mencetuskan gejala sering batuk:

  1. Alergi 

Dijelaskan oleh dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, sering batuk tidak melulu terjadi akibat infeksi. Keluhan ini juga bisa dicetuskan oleh alergi

Batuk akibat alergi biasanya disertai dengan mengalirnya lendir dari hidung ke tenggorokan. Kondisi ini nantinya akan menyebabkan batuk berdahak kronis. Gejala lain mungkin yang menyertai batuk akibat alergi, yaitu mata gatal dan berair, tenggorokan gatal, serta muncul ruam kemerahan di tubuh.

  1. GERD

Penyakit gastro-esophageal reflux disease (GERD) juga bisa menyebabkan keluhan sering batuk. Ini karena asam lambung yang naik dan masuk ke dalam tenggorokan akibat GERD akan menyebabkan sensasi tidak nyaman hingga akhirnya menyebabkan batuk yang utamanya terjadi pada malam hari.

  1. Asma 

Pengidap asma akan mengalami gejala yang berhubungan dengan saluran pernapasan, seperti sulit untuk bernapas dan sering batuk. Biasanya, gejala tersebut akan terjadi pada malam hari atau ketika sedang tidur.

Tidak hanya itu, batuk akibat asma juga bisa terjadi usai penderita berolahraga. Batuk pada kasus ini umumnya disertai dengan napas yang terengah-engah.

  1. Postnasal drip

Batuk yang berlangsung selama delapan minggu atau lebih bisa saja disebabkan oleh postnasal drip (tenggorokan berlendir). Batuk jenis ini terjadi karena ada lendir di belakang hidung yang terhubung dengan tenggorokan. 

Lendir yang bertumpuk dalam sinus dan menetes ke bagian belakang tenggorokan akan menciptakan sensasi menggelitik dan kemudian memicu batuk.

  1. Pneumonia 

Sering batuk bisa menandakan adanya penyakit yang lebih parah, yaitu pneumonia. Penyakit ini terjadi ketika kuman penyebab infeksi saluran pernapasan menyebar ke paru-paru sehingga menyebabkan kantung udara terisi oleh nanah dan cairan. Kondisi ini membuat penderitanya batuk-batuk dan sulit bernapas.

Penyakit tuberkulosis atau TBC bukanlah satu-satunya gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan keluhan sering batuk. Jadi, mulai saat ini, jangan langsung menduga bahwa sering batuk adalah gejala TBC. Lebih baik periksakan diri ke dokter agar bisa mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami. 

(NB/AYU)

1 Komentar

  • Anton Ube

    Sy batuk dahak hingga bertahun2 tidak kunjung sembuh,.,. Paru2 terdapat vleck sudah berobat TB selama 12bulan dan distop oleh docter,, test dahak hasilnya negatif,.,. Kira2 ada kemungkinan penyakit lain dok.,.,