Sukses

Sudah Tepatkah Penggunaan Antibiotika Anda?

Penggunaan antibiotika yang tidak tepat dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Cermatilah langkah-langkah yang tepat agar Anda tidak mengalami resistensi.

Obat Generik Hexpharm Jaya

KlikDokter.com - Penggunaan antibiotika yang sangat masif dalam 50 tahun terakhir mengakibatkan masalah tersendiri dalam dunia pengobatan, yakni resistensi terhadap beberapa antibiotika. Tidak hanya menimbulkan peningkatan masalah resistensi pada pasien, namun yang lebih berbahaya adalah menimbulkan resistensi di komunitas, negara, sampai dengan kawasan negara-negara. Kenyataan ini juga akan membahayakan individu yang tadinya tidak resisten terhadap obat tertentu.

Di Uni Eropa, masalah resistensi menjadi fokus utama, sebab 25.000 kematian telah terjadi akibat resistensi terhadap obat. Untuk mempromosikan penggunaan antibiotika yang rasional, pada bulan Oktober hingga Maret 2002 dilakukan kebuah kampanye penggunaan antibiotika yang rasional. Hasilnya cukup mencengangkan, pada tahun 2007 didapatkan data bahwa penggunaan antibiotika menurun 26,5% apabila dibandingkan dengan penggunaan antibiotika pada rentang waktu 2000-2002.

Pada negara berkembang seperti Indonesia, penggunaan antibiotik paling banyak dijumpai pada kasus infeksi saluran napas atas. Hal ini sebenarnya tidak rasional. Mengapa? Tidak semua kasus infeksi saluran pernapasan atas seperti batuk pilek memerlukan antibiotika, karena sebagian besar infeksi saluran napas atas disebabkan oleh virus dan bukan bakteri, sehingga pemberian antibiotika sama sekali tidak pada tempatnya.

Bisa dibayangkan, dengan ketatnya aturan pembelian obat di luar negeri, masalah resistensi antibiotika sudah sedemikian hebatnya, bagaimana dengan di negara kita di mana orang masih bebas membeli antibiotika di apotek tanpa resep dokter? Jawaban selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Sudah Tepatkah Penggunaan Antibiotika Anda?

Obat Generik Hexpharm Jaya

Penelitian Pradipta dkk. di Bandung menyebutkan enam buah antibiotika derajat tinggi yang paling sering digunakan pada kasus sepsis yang disebabkan infeksi paru-paru (seperti levofloxacin, ceftazidim, ciprofloxacin, cefotaxim, ceftriaxon, dan eritromisin) memiliki angka resistensi di atas 50%.

Lalu, bagaimana kita harus menyikapi hal ini? Selain usaha pemerintah untuk menggalakkan pemakaian obat secara rasional kepada setiap tenaga medis, setiap orang harus memiliki bekal pengetahuan pemakaian antibiotika. Anda dapat melakukan kiat-kiat berikut ini:

  1. Tidak mengonsumsi antibiotika sendiri tanpa anjuran dokter.

  2. Apabila dokter memberikan antibiotika pada Anda, maka antibiotika harus diminum sesuai dosis anjuran dokter.

  3. Tidak menghentikan penggunaan antibiotika meskipun keluhan sudah membaik.

  4. Minum antibiotika sesuai saran pakai yang dianjurkan, misalnya apabila disarankan sehari 3 kali tidak mengurangi jadwal minum obat menjadi 2 kali.

0 Komentar

Belum ada komentar