Sukses

Balada Obat Generik, Paten, dan Bermerek

Benarkah obat bermerek lebih bermutu dari obat generik? Baca penjelasan lengkap dr. Melyarna Putri di sini.

Obat Generik Hexpharm Jaya

KlikDokter.com - “Saya minta obat yang bagus, nggak mau generik, ya, Dok.” Kalimat ini sering sekali terdengar di ruang praktik. Persepsi masyarakat awam mengenai obat generik, paten, dan bermerek selalu menjadi topik utama ketika memilih obat. Sayangnya, informasi mengenai hal ini memang masih terbatas untuk masyarakat umum.

Mari kita bahas satu per satu. Apakah itu obat paten? Obat paten adalah obat yang memiliki hak paten. Hak paten diberikan kepada salah satu industri farmasi yang berhasil menemukan obat baru yang ditemukannya berdasarkan penelitian industri farmasi tersebut melalui berbagai tahapan uji klinis sesuai yang telah ditetapkan secara internasional. Obat paten memiliki masa hak paten sebelum obat dengan kandungan serupa bisa diproduksi perusahaan farmasi lain.  Masa hak paten umumnya adalah 20 tahun sesuai UU nomer 14 tahun 2001 pasal 8 tentang paten.

Ketika obat paten telah melewati masa hak paten, maka perusahaan industri lain boleh memproduksi obat dengan kandungan serupa. Nah, saat itulah sebuah obat akan dibedakan menjadi obat generik dan obat bermerek. Obat yang namanya sama dengan zat aktif yang dikandungnya dinamakan obat generik. Sedang penamaan obat bermerek tergantung dari produsen obat masing-masing perusahaan farmasi.

Di Indonesia, bisa kita lihat bahwa persepsi masyarakat mengenai obat generik memang terlanjur kurang baik. Berbagai persepsi seperti obat generik kurang manjur, obat generik murahan, obat generik adalah obat palsu dan obat generik tidak ampuh mengobati penyakit banyak beredar di masyarakat.  Bagaimana sebenarnya? Mengapa obat generik bisa murah?

Jawabannya ada di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Balada Obat Generik, Paten, dan Bermerek

Obat Generik Hexpharm Jaya

Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan proses pembuatan, registrasti obat, mutu, khasiat, manfaat, dan standar keamanan antara obat generik dan obat bermerek. Namun, obat bermerek banyak dipromosikan oleh perusahaan farmasi. Harga promosi inilah yang mengakibatkan perbedaan harga yang mencolok antara obat generik dan obat bermerek. Harus disadari bahwa promosi besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan farmasi untuk menjual obat bermerek, menyamarkan kenyataan yang sebenarnya mengenai obat generik itu sendiri.

Persepsi seperti ini tidak saja terjadi di Indonesia, namun juga di luar negeri. Persepsi negatif mengenai obat generik di Amerika Serikat dikatakan berkaitan dengan tingkat pendidikan yang rendah, pendapatan yang rendah, asuransi kesehatan, dan ras dinyatakan dalam penelitian Iosifescu dkk. Walaupun faktanya, untuk penggunaan obat penyakit kardiovaskular, penggunaan obat bermerek tidak lebih baik daripada obat generik. 

0 Komentar

Belum ada komentar