Sukses

Sering Nyeri Perut Bawah? Waspada Gejala Kanker Ovarium

Kanker Ovarium atau kanker indung telur seringkali terlupakan oleh kita. Padahal, kanker ovarium menduduki peringkat ketiga kanker tersering pada wanita setelah kanker payudara dan kanker serviks (leher rahim). Mari kupas tuntas tentang kanker ovarium bersama dr. Jessica Florencia di sini.

KlikDokter.com - Di Indonesia, kanker merupakan penyebab kematian nomor enam. Setiap tahun terdapat 100 kasus penderita kanker baru dari 100.000 penduduk di Indonesia. Salah satu kanker yang perlu diwaspadai adalah kanker ovarium.

Kanker Ovarium atau kanker indung telur seringkali terlupakan oleh kita. Padahal, kanker ovarium menduduki peringkat ketiga kanker tersering pada wanita setelah kanker payudara dan kanker serviks (leher rahim).

Beberapa tokoh yang mengidap penyakit ini dan akhirnya tutup usia karena perjalanan penyakit ini adalah Ibu Ainun, istri Bapak Habibie dan Ibu dari artis Holywood Angelina Jolie. Bahkan, keputusan Angelina Jolie untuk melakukan operasi pengangkatan kedua payudaranya didasari karena kekuatirannya terhadap sejarah medis Ibunya yang mengidap kanker ovarium.

Kanker ovarium ini sering terlupakan karena memang seringkali tidak memberikan gejala di awal-awal dan sampai saat ini belum ada metode deteksi dini yang mudah dilakukan seperti SADARI (periksa payudara sendiri) atau mamografi pada deteksi dini kanker payudara atau papsmear atau tes IVA (Inspeksi Asam Asetat) pada deteksi dini kanker serviks. Diperkirakan, sekitar 70% kasus kanker ovarium baru terdeteksi pada stadium lanjut (stadium 3 atau 4) karena gejala awalnya tidak khas.

Untuk mendiagnosis kanker ovarium, diperlukan serangkaian pemeriksaan dimulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan rongga panggul, pemeriksaan penanda kanker CA-125, ultrasonografi (USG) dan biposi jaringan.

Apakah gejala kanker ovarium? Klik next untuk mengetahuinya.

1 dari 2 halaman

Sering Nyeri Perut Bawah? Waspada Gejala Kanker Ovarium

Gejala Kanker Ovarium
Sebagai penyaring kewaspadaan, para wanita diharapkan untuk tidak meremehkan gejala-gejala ringan yang seringkali muncul dan menetap dalam waktu lama, karena gejala kanker ovarium pada stadium awal biasanya hanya berupa gejala-gejala ringan. Gejala kanker ovarium pada wanita yang perlu diwaspadai adalah:

  1. Perasaan kembung yang sering muncul, menetap dan tidak menghilang dalam waktu lama.
  2. Ukuran perut yang bertambah.
  3. Cepat merasa kenyang walau hanya makan sedikit.
  4. Sulit makan karena hilang nafsu makan, mual, dan rasa terbakar di dada.
  5. Nyeri perut.
  6. Nyeri daerah kewanitaan.
  7. Sering buang air kecil dan perubahan pola buang air besar.
  8. Mengalami rasa lelah berlebihan dan/atau nyeri punggung.

Kewaspadaan para wanita perlu semakin meningkat apabila terdapat anggota keluarga yang pernah didagnosis kanker payudara dan/atau kanker ovarium. Pada wanita-wanita yang pernah memiliki riwayat kanker payudara, kanker rahim, atau kanker usus juga perlu mewaspadai kanker ini karena risiko terjadi kanker ovarium semakin meningkat. Kejadian kanker ovarium juga meningkat pada wanita yang berusia di atas 55 tahun, tidak pernah hamil dan sedang menjalani terapi hormon estrogen saja selama lebih dari 10 tahun.

Nah, wanita Indonesia, sudahkah memperhatikan kesehatan Anda sejak dini?

 

Sumber:

  1. National Cancer Institute. (www.cancer.gov/cancertopics/wyntk/ovary)
  2. Ovarian Cancer National Alliance (www.ovariancancer.org)
  3. BEAT Ovarian Cancer (www.beatonline.info/)
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (www.depkes.go.id/index.php/berita/info-umum-kesehatan/539-kanker-penyebab-kematian -keenam-terbesar-di-indonesia.html)

0 Komentar

Belum ada komentar