Sukses

Mencegah Kehamilan Tanpa Kontrasepsi: Metode Ritmik

Adakah cara aman mencegah kehamilan tanpa menggunakan kontrasepsi? Ada. Dalam medis dikenal dengan istilah metode ritmik. Mari kupas tuntas semua tentang metode ritmik bersama dr. Dayen Tri Rejeki Herdiana.

KlikDokter.com - Metode Ritmik adalah metode dimana pasangan suami istri menghindari berhubungan seksual pada saat siklus subur seorang wanita.

Ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) terjadi 14 hari ± 2 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam, namun sperma bisa bertahanselama 48 jam setelah melakukan hubungan seksual.

Karena itu pembuahan dapat terjadi apabila hubungan seksual dilakukan 2 hari (48 jam) sebelum ovulasi dan 1 hari (24 jam) setelah ovulasi.

Pada prinsipnya, ada beberapa pembagian Metode Ritmik. Silakan klik next untuk mengetahuinya.

1 dari 3 halaman

Mencegah Kehamilan Tanpa Kontrasepsi: Metode Ritmik

  1. Metode ritmik kalender atau Pantang Berkala

Merupakan metode dimana pasangan menghindari berhubungan seksual selama periode subur wanita berdasarkan panjang siklus menstruasi, kemungkinan waktu ovulasi, jangka waktu sel telur masih dapat dibuahi, dan kemampuan sperma untuk bertahan di saluran reproduksi wanita.

Periode subur seorang wanita dihitung dari : (siklus menstruasi terpendek – 18) dan (siklus menstruasi terpanjang -  11). Siklus menstruasi dicatat selama minimal 3 bulan terakhir, akan lebih baik bila dalam  6 bulan terakhir.

  1. Metode lendir serviks adalah metode mengamati kualitas dan kuantitas lendir serviks setiap hari. Periode subur ditandai dengan lendir yang jernih, encer, dan licin. Abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual) diperlukan selama menstruasi, setiap hari selama periode preovulasi (berdasarkan lendir serviks), dan sampai waktu lendir masa subur muncul sampai 3 hari setelah lendir masa subur itu berhenti.

Klik next untuk info selanjutnya.

2 dari 3 halaman

Mencegah Kehamilan Tanpa Kontrasepsi: Metode Ritmik

  1. Metode pengukuran suhu tubuh berdasarkan perubahan temperatur. Pengukuran dilakukan pada suhu basal (suhu ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur. Suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1° Celsius) setelah ovulasi. Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan sejak hari pertama menstruasi sampai 3 hari setelah kenaikan dari temperatur.

Efektivitas
Kehamilan terjadi pada 9-25 per 100 wanita

Keuntungan  
Tidak ada efek samping gangguan kesehatan,ekonomis

Kerugian 
Angka kegagalan tinggi,  tidak melindungi dari PMS, menghambat spontanitas, membutuhkan siklus menstruasi teratur.

1 Komentar

  • Mazaguz YAtoz

    Dok bagaimana mencegah kehamilan apabila terjadi pengeluaran sperma dalam rahim wanita pada masa suburnya?