Sukses

Gejala Pembesaran Prostat

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak memiliki gejala yang dikategorikan sebagai obstruktif dan iritatif. Ini lengkapnya.

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan yang tak selalu dapat Anda kendalikan. Bagi kebanyakan pria, salah satu perubahan yang dapat dialami adalah pembesaran prostat. Pada titik tertentu, kondisi tersebut bisa menyebabkan benign prostatic hyperplasia (BPH) atau hiperplasia prostat jinak.

Prostat adalah saluran yang mengelilingi bagian uretra dan fungsinya membawa air seni dan air mani keluar dari penis. Apabila mengalami BPH, ukuran prostat Anda bisa lebih besar dari biasanya dan dapat menekan uretra. Alhasil, kondisi ini dapat menyebabkan pancaran urine atau air kencing menjadi lemah dan Anda mungkin mengalami gejala gangguan berkemih lainnya. 

Namun Anda harus ingat, BPH adalah kondisi yang berbeda dari kanker prostat. Meskipun banyak ditemukan pembesaran prostat yang muncul secara progresif, tidak sedikit juga yang muncul secara agresif (ganas).

Oleh karena itu, orang dengan usia tertentu yang rentan mengalami pembesaran prostat harus melakukan pemeriksaan rutin. Tak hanya itu, pria juga harus mengetahui apa saja gejala atau tanda BPH. Dengan begitu, deteksi penyakit dan pengobatan lebih awal bisa dilakukan guna menghindari risiko atau komplikasi.

Jika ditinjau dari gejalanya, pembesaran prostat terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

1 dari 3 halaman

1. Gejala Obstruksi Pembesaran Prostat

Gejala obstruksi pembesaran prostat adalah kondisi ditemukannya penyumbatan di saluran kencing. Gejala obstruksi terjadi karena otot di kandung kemih gagal berkontraksi cukup kuat atau gagal berkontraksi cukup lama. Alhasil, kontraksi di kandung kemih jadi terputus–putus. Berikut beberapa gejalanya:

  • Pancaran Urine Melemah

Normalnya, urine akan memancar cukup kuat seperti pancaran air dari selang. 

Namun, dalam kondisi pembesaran prostat, pancaran urine yang keluar saat buang air kecil (BAK) bisa melemah. 

  • Sensasi Tidak Tuntas Setelah Berkemih

Munculnya sensasi sisa air urine yang belum tuntas sekalipun Anda sudah berkemih bisa menjadi tanda atau gejala BPH obstruksi. Kondisi ini menyebabkan pasien BPH merasa tidak lega setelah berkemih dan ingin kembali ke toilet untuk buang air kecil lagi. 

Artikel Lainnya: Pembesaran Prostat, Haruskah Dioperasi?

  • Urine Menetes Setelah berkemih

Setelah pasien BPH merasa belum lega selepas berkemih, maka akan ada sisa urine yang menetes keluar dari penis. Hal ini terjadi akibat banyak urine yang masih tersisa di dalam kandung kemih. Urine yang tersisa bisa disebabkan karena adanya sumbatan di uretra atau saluran air kencing

  • Harus Menunggu Lama dan Mengejan Saat Berkemih

Saat kebelet kencing, biasanya urine seseorang akan langsung keluar saat berkemih. Akan tetapi, lain halnya dengan penderita BPH. Akibat otot kandung kemih yang membutuhkan waktu lama untuk melawan hambatan di uretra, maka urine penderita BPH tak langsung mengalir. Orang dengan gejala BPH harus menunggu beberapa saat agar urine bisa benar-benar keluar.

Selain itu, akibat sulit merasa tuntas untuk berkemih, penderita BPH harus mengejan lebih sering untuk bisa buang air kecil.

Artikel Lainnya: Terkena Gangguan Prostat, Bagaimana Cara Mengatasinya?

  • Berkemih Terputus–Putus

Anda bisa buang air kecil dengan terputus-putus atau harus jeda beberapa kali akibat otot kandung kemih yang tak dapat mengatasi hambatan di uretra. 

  • Waktu Berkemih yang Panjang

Karena pancaran urine melemah dan sensasi berkemih yang tak kunjung tuntas atau terputus-putus, proses buang air kecil bisa memakan waktu yang lama. 

  • Tidak Bisa Berkemih Total

Urine bisa tertahan di dalam kandung kemih apabila Anda sering merasakan sensasi tidak tuntas saat buang air kecil. Jika keadaan ini berlanjut, bukan tidak mungkin akan terjadi kemacetan total sehingga penderita pembesaran prostat tidak mampu lagi buang air kecil.

Artikel Lainnya: Benign Prostatic Hyperplasia, Ketika Prostat Mengalami Pembesaran

2 dari 3 halaman

2. Gejala Iritasi Pembesaran Prostat

Iritasi dapat muncul saat pengosongan kandung kemih berjalan tidak sempurna. Pembesaran prostat ini juga dapat memicu munculnya rangsangan sehingga kandung kemih sering berkontraksi meskipun belum penuh. Berikut beberapa gejala iritasi pembesaran prostat:

  • Sering Berkemih

Kondisi ini terjadi akibat pengosongan yang tidak maksimal setiap berkemih. Dampaknya, interval antar berkemih lebih pendek dan sering terjadi berulang.

  • Terbangun untuk Berkemih di Malam Hari

Hambatan yang ada di kandung kemih dan uretra biasanya akan berkurang selama tidur di malam hari. Hasilnya, Anda justru jadi lebih sering terbangun untuk buang air kecil sewaktu tidur malam.

  • Perasaan ingin BAK sangat mendesak

Orang dengan gejala iritasi BPH sulit mengendalikan perasaan ingin buang air kecil. Kondisi BAK yang sulit dikontrol ini dapat disebabkan oleh peradangan yang terjadi di bagian prostat.

  • Nyeri saat Berkemih

Gejala iritasi BPH juga dapat ditandai nyeri saat  buang air kecil. Rasa nyeri yang dirasakan terdapat di area tengah tulang kemaluan.

Perubahan gaya hidup, pengobatan, dan pembedahan adalah cara efektif untuk mengatasi gejala BPH. cara tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup Anda di kemudian hari.

Namun, gejala BPH umumnya tidak selalu membutuhkan perawatan medis.  Dokter akan melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau gejala dan ukuran prostat Anda. Ingat, kenali gejalanya, dan periksakan ke dokter sedini mungkin. Untuk konsultasi lebih lanjut dengan dokter, gunakan fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar