Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Mitos Seputar Malam Pertama yang Keliru dan Menyesatkan

Malam pertama dapat menjadi momen penting bagi pasangan yang baru menikah. Jangan sampai momen penting Anda hancur gara-gara mitos malam pertama berikut ini!

Malam pertama menjadi momen yang dinanti oleh sebagian pasangan baru menikah. Mereka yang hendak menghadapinya pun sering merasa khawatir, karena banyaknya mitos malam pertama yang beredar luas.

Tidak dimungkiri, malam pertama memang dapat menjadi momen penting bagi pasangan yang baru menikah. Kualitas momen tersebut bahkan sering dihubungkan dengan proyeksi kondisi rumah tangga pada jangka panjang.

Oleh karena itu, jangan sampai momen malam pertama Anda hancur gara-gara percaya dengan mitos yang menyesatkan. Berikut ini beberapa mitos malam pertama beserta fakta medis yang sebenarnya:

1 dari 5 halaman

1. Mitos: Vagina Longgar Akibat Sering Melakukan Hubungan Seks

Angapan ini banyak beredar, namun sama sekali tidak berdasar. 

Faktanya, vagina tersusun atas otot yang mudah membesar ketika seorang wanita terangsang. Dinding vagina juga bisa melunak karena relaksasi, sehingga penetrasi penis akan lebih mudah. 

Apabila wanita merasa cemas, otot vagina juga akan secara otomatis berkontraksi. Ini membuat penis sulit penetrasi dan umumnya akan menyebabkan rasa nyeri. 

Artikel Lainnya: Calon Pasutri, Ini Tips Jitu Persiapan Malam Pertama!

2. Mitos: Penis Berukuran Besar Lebih Memuaskan

Ini adalah mitos yang sepenuhnya keliru. Pasalnya, hal yang membuat hubungan seksual terasa nyaman dan menyenangkan adalah kecocokan dengan pasangan serta komunikasi yang baik tentang hal yang ingin dicapai.

3. Mitos: Hubungan Seks Selalu Menyebabkan Nyeri

Ini tidak benar. Seks seharusnya terasa menyenangkan dan tidak nyeri, meskipun Anda kali pertama kali melakukannya. 

Merasa aman dan nyaman adalah hal terpenting dalam hubungan seksual. Apabila seseorang merasa tegang atau cemas, berbagai otot dalam tubuh akan berkontraksi sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri.

Apabila Anda merasa demikian, jangan sungkan untuk mengomunikasikannya dengan pasangan. Atur ritme seks, gunakan pelumas berbahan dasar air, atau berhentilah sementara waktu hingga Anda merasa siap dan nyaman.

2 dari 5 halaman

4. Mitos: Perawan Hanya Dapat Hilang Akibat Penetrasi Penis

Istilah keperawanan memang sering digunakan untuk mendeskripsikan wanita heteroseksual yang belum mengalami penetrasi penis ke vagina. Sejatinya, hal tersebut tidak merepresentasikan seluruh gender dan orientasi seksual. 

Perspektif tentang “pertama kali berhubungan seks” akan berbeda pada setiap orang. Dan, setiap orang berhak menentukan seberapa penting keperawanan dan apa artinya bagi mereka. 

Artikel Lainnya: Ini 5 Penyebabnya Badan Pegal Usai Hubungan Seks

5. Mitos: Kondom Mengurangi Rasa Kepuasan dalam Seks

Asalkan digunakan dengan benar, kondom tidak akan mengganggu kualitas hubungan seksual yang Anda lakukan. 

Tidak mengganggu kepuasan, kondom justru dapat menurunkan risiko penyakit menular seksual dan menunda kehamilan. 

6. Mitos: Seks dalam Film Porno Adalah Gambaran Nyata

Hal ini salah besar. Film porno dibuat untuk menunjukkan gambaran dunia fantasi. Semua adegan yang ada di dalamnya telah diatur sedemikian rupa, agar membuat ‘puas’ orang-orang yang menyaksikannya.

Nyatanya, bagaimana seseorang mengalami hubungan seksual akan sangat bergantung pada rasa saling setuju dan menghormati, persetujuan yang jelas, serta keintiman. 

3 dari 5 halaman

7. Mitos: Seks Hanya Dianggap Baik Apabila Mencapai Orgasme

Dengan atau tanpa orgasme, hubungan seks seharusnya terasa menyenangkan. Sering kali, seseorang tidak mencapai orgasme namun masih bisa merasakan sensasi puas dan menyenangkan bersama pasangannya. 

Lupakan tekanan untuk selalu mencapai orgasme, dan nikmatilah pengalaman yang dirasakan dengan sepenuh hati. 

Artikel Lainnya: 8 Perubahan di Vagina Usai Berhubungan Intim

8. Mitos: Lansia Tidak Bisa Menikmati Seks dengan Optimal

Terdapat berbagai perwujudan hubungan seksual yang berbeda dalam setiap fase hidup. Meski sudah lansia, seorang dapat tetap memiliki kualitas hubungan yang optimal layaknya malam pertama.

Kuncinya adalah komunikasi yang baik dengan pasangan, agar keduanya dapat meraih tujuan yang sama dalam melakukan hubungan seks.

9. Mitos: Masturbasi Selalu Berujung pada Hal Merugikan

Selama merasa nyaman dan dilakukan dengan aman, masturbasi merupakan aktivitas seksual yang tergolong aman. 

Sebagian orang melakukannya, namun sebagian lagi tidak. Setiap orang memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap masturbasi. Ada waktu dan tempat yang harus dipikirkan ketika ingin melakukannya, yang sebaiknya aman dan pribadi.

4 dari 5 halaman

10. Mitos: Kehamilan Tidak Akan Terjadi Akibat Hubungan Seks Pertama Kali

Kehamilan dapat terjadi ketika penis melakukan penetrasi ke dalam vagina. Kemungkinan ini dapat meningkat apabila Anda dan pasangan sama-sama tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Sperma yang dilepaskan di dalam vagina dapat pula membuahi sel telur, yang dilepaskan satu buah setiap bulannya. Cairan ejakulat membawa sekitar 200 juta sperma, yang salah satunya berpotensi menembus sel telur dan menyebabkan kehamilan.

Dengan kata lain, kehamilan bisa saja terjadi saat hubungan seksual pertama kali, khususnya apabila tidak menggunakan alat kontrasepsi dan Anda sedang dalam fase subur. 

Itu dia beberapa mitos malam pertama beserta fakta medis di baliknya. Bangun komunikasi yang baik, tetap relaks dan saling percaya, agar keduanya sama-sama merasakan hubungan yang aman serta nyaman. 

Apabila terdapat kendala atau butuh tuntunan lebih lanjut untuk merasakan malam pertama yang berkualitas, tak perlu sungkan untuk berkonsultasi pada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar