Sukses

Hati-hati, Liburan Terlalu Lama Sebabkan Kemunduran Otak

Setelah liburan panjang, otak terasa susah untuk diajak berpikir dan bekerja. Kenapa kemampuan otak menurun setelah libur yang lama? Ini faktanya.

Liburan memang menyenangkan. Selain dapat menyegarkan otak yang sudah penat, liburan juga bisa mendekatkan hubungan dengan pasangan, keluarga, dan teman-teman.

Secara garis besar, dampak liburan memang baik terhadap kesehatan fisik maupun mental. Namun, liburan terlalu lama dapat menurunkan kemampuan otak.

1 dari 3 halaman

Penyebab Kemampuan Otak Menurun Setelah Liburan

Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Berikut beberapa penyebab kemampuan otak menurun setelah liburan panjang:

  • Mendapati Beban Kerja yang Lebih Banyak dari Biasanya

Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda mengambil cuti liburan di hari biasa. Beban pekerjaan bisa saja tetap diberikan kepada Anda, meski memiliki batas waktu yang panjang. 

Anda pun akan menyadari bahwa realita tidak seindah liburan panjang yang telah dijalani.

Artikel lainnya: Ini Dia Waktu Liburan yang Ideal dalam Satu Tahun!

  • Kesulitan dalam Mengubah Kebiasaan yang Telah Dirasakan Otak dan Tubuh

Saat mengambil banyak waktu luang untuk relaksasi, Anda akan bergerak dengan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan biasanya. Contohnya, bangun lebih siang atau memiliki jadwal kegiatan yang tidak terlalu tertata.

Saat kembali bekerja, Anda akan kesulitan mengubah perilaku dan butuh beradaptasi kembali secara mental maupun fisik.

  • Jarangnya Otak Diasah Selama Liburan

Ketika sekolah atau bekerja, Anda akan selalu terlatih dalam hal pekerjaan. Hal tersebut tentu tidak terjadi saat liburan.

Saat otak “berlibur”, tubuh juga akan merasa malas. Otak menangkap bahwa Anda hanya ingin bersantai.

2 dari 3 halaman

Tips untuk Menghindari Kemunduran Otak

Agar efek liburan terlalu lama tersebut tak terjadi, ada beberapa tips yang bisa diterapkan, yaitu:

  1. Sebelum pergi, bersihkan rumah

Tidak ada yang suka melihat rumah berantakan dan kotor usai ditinggal liburan panjang. Saking semangatnya liburan, Anda mungkin menunda untuk merapikan rumah dan berencana melakukannya ketika pulang.

Padahal, melihat rumah kotor justru bikin mood turun. Lebih baik, sempatkan waktu untuk mengganti seprai, menaruh handuk baru di kamar mandi, dan wewangian di rumah. Hal-hal ini membuat Anda merasa “disambut” ketika pulang.

Artikel lainnya: Mengapa Habis Liburan Malah Stres, Apa yang Salah?

  1. Berikan Jeda Waktu Setelah Liburan dan Masuk Sekolah/Kantor

Jika memungkinan, beri diri sendiri waktu beberapa hari sebelum kembali ke rutinitas semula. Anda bisa mengisi waktu itu dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari, mencuci baju, serta membersihkan rumah.

  1. Rencanakan Sesuatu yang Menyenangkan Saat Anda Kembali

Usai liburan, rencanakan aktivitas sederhana yang menyenangkan dan tidak menguras kantong. Misalnya, menonton film, makan siang bersama teman, atau berolahraga.

Hal ini bisa Anda lakukan dalam jangka waktu 1 bulan setelah liburan, tidak perlu tergesa-gesa.

  1. Menulis dalam Jurnal Travelling

Kenangan saat liburan bisa jadi akan memudar setelah beberapa waktu. Anda bisa mengakalinya dengan menuliskan pengalaman liburan Anda di dalam sebuah jurnal.

  1. Rencanakan Liburan yang Tidak Padat dan Tergesa-gesa 

Dalam suatu studi, peneliti membandingkan kebahagiaan sebelum dan sesudah berlibur pada turis di Belanda.

Ternyata, kelompok turis yang menjalani liburan yang rileks merasa kebahagiaannya bertahan lebih lama selama beberapa minggu.

Itu sebabnya, jangan terlalu ngoyo saat berlibur. Yang terpenting nikmati setiap momen dan kebersamaan saat liburan. Utamakan juga waktu istirahat dan makanan bernutrisi selama berlibur.

Dampak liburan terlalu lama memang berefek pada kemunduran otak. Langkah-langkah di atas dapat menghindarkan Anda dari kondisi tersebut.

Jangan lewakan informasi menarik serta terbaru seputar kesehatan dan nutrisi di aplikasi KlikDokter

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar