Sukses

Sunat untuk Wanita, Benarkah Untuk Dilakukan?

Setiap pria dianjurkan untuk disunat, namun kemudiaan ajaran agama tertentu juga menganjurkan bagi para wanita untuk disunat, bagaimana sudut pandang medis terhadap hal ini

Klikdokter.com - Sirkumsisi atau sunat lazim dilakukan pada kaum pria, tindakan memotong sebagian dari kulit yang membungkus kepala penis ini memiliki tujuan yang baik, yaitu agar penis tidak menjadi tempat yang kondusif untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun jamur. (Baca: 5 Tanda Kelainan Penis)

Setiap pria dianjurkan untuk disunat, namun kemudiaan ajaran agama tertentu juga menganjurkan bagi para wanita untuk disunat, bagaimana sudut pandang medis terhadap hal ini?

Berbeda dengan pria, tindakan sunat yang dilakukan pada wanita jauh lebih berisiko, mengapa demikian? Halaman selanjutnya penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Adakah Konsekuensi Sunat Pada Wanita?

Sunat pada wanita dilakukan dengan membuat potongan atau goresan kecil pada klitoris, yang mana seperti kita ketahui klitoris memiliki kedudukan yang sama seperti penis pada pria.

Klitoris ini adalah alat orgasme bagi wanita. Yang amat disayangkan, tidak semua orang yang melakukan prosedur sunat pada wanita ini terampil dalam melakukan tugasnya, sehingga tidak jarang terjadi perdarahan hebat pada klitoris yang berujung pada rusaknya klitoris.

Klitoris yang rusak ini tentu tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik, alias si wanita tidak lagi dapat merasakan orgasme, tentunya ini adalah bencana bagi si wanita, Jadi melalui artikel ini saya mengajak kita semua bukan untuk menghentikan sepenuhnya tindakan sunat pada wanita, namun untuk memberi rasa awareness pada setiap wanita, yakni jika memang ingin dilakukan sunat pada dirinya, hendaknya dipilih tenaga yang terampil dalam melakukan prosedur ini, dokter misalnya, ini semua demi masa depan yang lebih baik!

Baca juga:

Waspadai Gatal Pada Vagina

Pria Bersunat Lebih Digemari

Mau Bebas Kanker Prostat? Sunat!

0 Komentar

Belum ada komentar