Sukses

Sakit? Jangan Cuma Makan Bubur!

Tahukah Anda bahwa tidak semua orang yang sakit harus memakan bubur? Berikut penjelasan dr.Atika disini

KlikDokter.com - Tahukah Anda bahwa tidak semua orang yang sakit harus memakan bubur? Selain itu, bila seseorang yang sedang sakit tidak memiliki masalah dengan nafsu makan maupun saluran pencernaannya, justru mereka tidak perlu memakan bubur. Selain itu ketahuilah bahwa bila dapat dihindari, bubur sebaiknya tidak menjadi makanan utama untuk sang penderita sakit selama berhari-hari.

Eits, jangan langsung meninggalkan bubur! Mari kita simak penjelasan berikut.

Bubur adalah makanan lunak yang sering disajikan untuk orang yang sedang mengalami sakit. Hal itu disebabkan oleh beberapa alasan berikut:

  1. Tekstur bubur yang lunak tidak memberikan beban yang begitu berat untuk dicerna tubuh
  2. Selain mudah dicerna, zat gizi didalam bubur mudah diabsorpsi tubuh
  3. Mengandung cukup banyak air, karena penderita sakit seringkali kehilangan cairan tubuh lebih banyak (lewat muntah, demam, diare)
  4. Tidak mengandung bahan yang merangsang dan beraroma tajam, sehingga mudah diterima

Pemberian bubur hanya diprioritaskan pada pasien penderita gangguan saluran pencernaan. Berikut penjelasannya.

1 dari 2 halaman

Pemberian Bubur Pada Penderita Gangguan Pencernaan

Banyak manfaat yang diperoleh dari penggunaan bubur sebagai makanan untuk penderita sakit, oleh sebab itu semua orang menyetujui bubur menjadi pilihan utama dalam merawat orang sakit. Namun, utamakan pemberian bubur hanya pada penderita gangguan saluran pencernaan, misalnya dengan keluhan perut sakit, mual, muntah, dan diare. Hal tersebut disebabkan oleh alasan berikut ini:

  1. Bubur merupakan jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi. Berarti, gula darah akan cepat meningkat, kemudian cepat menurun kembali. Bila frekuensi makan tidak sering, gula darah sang penderita sakit justru akan rendah dan mudah cepat lapar kembali

  2. Bubur jarang dilengkapi oleh lauk bersumber protein dan lemak, sehingga gizi yang terkandung didalamnya tidak mencukupi. Oleh sebab itu jangan andalkan bubur untuk waktu yang lama, karena akan terjadi kekurangan nutrisi yang justru dapat melemahkan sistem imun. Untuk menyiasati hal ini, bila perlu kombinasikan bubur dengan makanan yang mengandung zat gizi lain misalnya ayam, daging, ikan, dan sayur (catat: kombinasi ini terutama bagi yang tidak menderita gangguan pencernaan berat)

  3. Bubur tidak merangsang nafsu makan. Rasa bubur yang tawar, tampilan yang kurang menarik dan tidak bervariasi menyebabkan penderita sakit malas makan dan tidak terpicu untuk menghabiskan makanannya. Nafsu makan penderita sakit sudah menurun akibat penyakitnya, jangan sampai tindakan perawatan menyebabkan penderita semakin malas untuk makan

Idealnya, bagi para penderita gangguan saluran pencernaan yang tidak berat, bubur hanya digunakan untuk hari-hari awal menderita sakit. Bila tidak terpaksa, jangan haruskan orang yang sakit untuk memakan bubur karena bila penderita memiliki nafsu untuk memakan makanan lain, hal itu justru sangat baik  karena menandakan proses penyembuhan. Namun akan lain halnya bila gangguan pencernaan yang terjadi sangat berat, jangan tambahkan bebannya dengan mengonsumsi bermacam-macam makanan yang dapat menyebabkan malabsorpsi (gangguan penyerapan zat nutrisi). Maka, tidak ada masalah dalam penggunaan bubur sebagai makanan bagi penderita sakit, asalkan kita mengetahui cara menutup ‘celah’ nya dengan tepat.

0 Komentar

Belum ada komentar