Sukses

7 Gejala Penyakit di Tubuh yang Patut Diwaspadai

Jangan tunggu sampai parah, jika 7 gejala penyakit di tubuh ini sudah muncul, sebaiknya segera ke dokter!

Klikdokter.com, Jakarta “Nanti dulu, deh.” Mungkin itu kalimat yang sering diucapkan ketika harus memeriksakan diri ke dokter muncul. Umumnya, meski gejala penyakit di tubuh sudah terasa, Anda kerap kali menunda untuk konsultasi ke dokter. Padahal, hal ini tidak boleh disepelekan. 

Apalagi kalau kondisi tubuh Anda sudah menurun dan mulai mengganggu aktivitas. Menunda ke dokter, bisa menyebabkan gejala penyakit semakin parah. Hal ini akan memengaruhi proses pengobatannya. Coba Anda mulai awas! Berikut ini tanda-tanda Anda harus segera ke dokter.

  1. Berat badan terus menurun tanpa sebab

Akhir-akhir ini, Anda selalu dibilang kurusan, bahkan kurus sekali. Padahal, Anda tidak melakukan diet khusus atau rutin berolahraga. Anda sebaiknya berhati-hati. Pasalnya, menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, itu juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda punya masalah kesehatan. 

“Jika Anda mengalami penurunan hingga 10 persen dari berat badan selama 6 bulan terakhir, segeralah berkonsultasi ke dokter. Itu karena penyakit hipertiroid, diabetes, gangguan fungsi hati, gangguan malabsorbsi (kegagalan menyerap nutrisi), depresi, atau kanker bisa mengintai Anda,” jelas dr. Nadia.

  1. Demam yang tak sembuh-sembuh

Demam menjadi berbahaya ketika sudah berlangsung lebih dari tiga hari dan naik-turun. Perlu Anda ketahui, demam merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mempertahankan diri dari infeksi. Demam yang menetap merupakan suatu signal adanya berbagai infeksi, seperti infeksi saluran kencing, TBC, hingga limfoma. 

  1. Kebiasaan BAB berubah

Meski pergerakan usus itu berbeda pada setiap individu, tetapi Anda mesti waspada jika terdapat perubahan kebiasaan BAB, seperti berikut ini.

  • Selalu sulit BAB.
  • Diare tak kunjung berhenti.
  • Tinja berwarna hitam.
  • Atau tinja disertai darah. 

Adapun gejala penyakit di atas dapat dipicu oleh bakteri, virus, atau parasit. Bahkan, jika sudah berlangsung terlalu lama, bukan tak mungkin ada risiko kanker usus besar.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Sering merasa kenyang walau hanya makan sedikit

Anda tipe orang yang dibilang makan sedikit ketika orang lain mampu menghabiskan makanan. Bahkan, Anda hanya mampu menghabiskan ¼-nya karena merasa sudah kenyang. Ketahuilah, itu bisa jadi pertanda ada yang tak beres dalam pencernaan Anda. 

“Jika gejala cepat kenyang juga disertai dengan mual, kembung, dan berat badan yang tak stabil, dicurigai ada masalah gastroesophageal reflux disease (GERD) dan irritable bowel syndrome (IBS) yang mengintai,” pungkas dr. Nadia. 

  1. Sering sesak napas

Sering sesak napas dapat disebabkan oleh banyak hal. Kendati demikian, sesak napas umumnya dipicu oleh gangguan sistem pernapasan. Misalnya, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Gangguan yang berasal dari luar paru-paru, seperti jantung pun bisa jadi penyebabnya. 

Apabila Anda sering sesak napas, punya napas yang pendek, dan susah bernapas sewaktu berbaring, bahkan disertai suara, segeralah periksakan diri ke dokter. Pasalnya, itu bisa menandakan Anda terkena penyakit paru obstruktif kronis, bronkitis, asma, dan pneumonia. 

  1. Perilaku mulai berubah

Tak cuma tanda-tanda fisik, adanya penyakit di dalam tubuh juga bisa menimbulkan gejala perubahan perilaku. Misalnya seperti berikut ini.

  • Sering bingung dan sulit berkonsultasi. 
  • Disorientasi tempat dan waktu. 
  • Sulit mengingat. 
  • Agresif atau justru jadi penakut dan menarik diri. 

Dikatakan dr. Nadia, keempat perubahan perilaku di atas dapat dipicu oleh sejumlah penyakit, seperti anemia, hipoglikemia, dehidrasi, infeksi, dan gangguan mental, dalam hal ini, depresi. 

  1. Sering melihat kilatan cahaya

Gangguan penglihatan juga bisa menandakan ada yang tak beres dalam tubuh Anda. Jika Anda kerap melihat kilatan cahaya, bintik terang, dan penglihatan mulai kabur, bisa saja itu menandakan adanya ablasi retina. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh diabetes juga. 

Ablasi retina adalah kondisi lepasnya retina dari jaringan penyokong yang berada di bawahnya. Jika ablasi retina tidak diobati, semakin besar risiko Anda untuk mengalami kehilangan penglihatan permanen. 

Tubuh punya caranya sendiri dalam menyampaikan suatu kondisi. Jadi, jika Anda sudah merasakan 7 gejala penyakit seperti yang dipaparkan di atas, jangan tunda lagi niatan memeriksakan diri ke dokter sebelum terlambat. Semakin cepat dideteksi dan diobati, semakin besar pula kesempatan Anda untuk sembuh.

[RPA/AYU] 

0 Komentar

Belum ada komentar