Sukses

Makan Telur Sebabkan Bisulan Adalah Mitos

Sering dengar orang yang bilang makan telur kebanyakan bisa menyebabkan bisul? Mulai sekarang Anda bisa sampaikan ke orang itu, bahwa salah. Nih disini penjelasan dr. Alvin Nursalim.

KlikDokter.com - Pasti Anda sudah akrab dengan makanan yang satu ini.Telur adalah makanan yang umum dimakan sebagai lauk masyarakat Indonesia. Namun banyak informasi yang beredar tentang makanan yang satu ini. Salah satunya adalah bahwa telur menyebabkan bisul dan kulit berjerawat. Apa benar? Mari kita simak tentang makanan yang satu ini.

Apa kandungan pada telur?

Telur adalah makanan yang mengandung banyak zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Telur mengandung protein, lemak, dan berbagai vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Telur dibutuhkan untuk menjaga berbagai fungsi tubuh, mulai dari otak sampai pertumbuhan otot.

Apakah benar telur menyebabkan bisul? Berikut penjelasannya:

1 dari 3 halaman

Apakah benar telur menyebabkan bisul?

bisul, bisulanPernyataan ini adalah mitos. Makan telur tidak menyebabkan bisul. Bisul, atau dalam dunia kedokteran disebut furunkel, adalah penyakit kulit akibat infeksi bakteri.

Seorang dengan bisul akan mengeluhkan adanya kulit kemerahan dan sakit. Umumnya di dalam bisul akan terkandung nanah atau pus. Nanah ini mengandung jaringan kulit, sel darah putih dan sisa metabolisme yang perlu dikeluarkan.

Makan telur tidak menyebabkan adanya gangguan kulit seperti bisul. Tidak ada hubungan langsung antara makan telur dengan kulit berbisul.

Pada orang-orang tertentu gangguan bisul dapat timbul setelah makan telur, tapi hal ini hanya terjadi jika orang tersebut alergi terhadap bisul.

Namun secara umum, makan telur tidak menyebabkan kulit menjadi bisul.

Lalu, bagaimana cara mengatasi bisul? Berikut penjelasannya.

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mengatasi Bisul?

bisulBisul dapat terjadi karena banyak hal, seperti kebersihan kulit yang tidak terjaga, dan infeksi kulit. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati bisul.

  • Jagalah kebersihan kulit Anda. Mandi minimal dua kali sehari. Bersihkan tubuh setelah beraktivitas atau berkeringat.
  • Gunakan salep antibiotik yang dioleskan dua sampai tiga kali perhari. Pemilihan salep antibiotik harus disesuaikan dengan kondisi bisul dan berdasarkan saran dari dokter.

Jika bisul besar dan tidak kunjung membaik, mungkin ada pus atau nanah yang perlu dikeluarkan. Untuk bisul jenis ini, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk aspirasi atau penghisapan nanah. Setelah nanah keluar, maka bisul akan mengempis dan mengecil dengan sendirinya.

0 Komentar

Belum ada komentar