Sukses

Kecelakaan Lalu Lintas: Pembunuh Terbesar Ketiga

Kecelakaan di daerah Pondok Indah semalam dengan tersangka penabrak mahasiswa bernama Chritopher (23) telah memakan korban jiwa 4 orang. Kecelakaan lalu lintas semakin memiliki predikat pembunuh terbesar ketiga.

Klikdokter.com – Kecelakaan terjadi semalam, Selasa (20/01) di Jl. Sultan Iskandar Muda (Arteri Pondok Indah), Jakarta Selatan. Melibatkan mobil Mitsubishi Outlander Sport bernomor polisi B 1658 PJE dengan tabrakan beruntun yang menewaskan empat korban tewas. Yakni pengendara motor, Mustofa (warga Pondok Bambu Jaktim), Mahyudi Herman (Pondok Petir, Depok) dan Wahyu Anggoro warga warga Tanah Kusir dan Iptu Batang Onang Lubis, anggota Polsek Kebayoran Baru. Polisi masih melakukan pendalaman dan penyidikan terhadap pengendara, Christopher (23) seorang mahasiswa WNA. 

Tak pelak lagi, insiden kecelakaan tersebut menambah semakin menambah angka kejadian kecelakaan lalu lintas dan kematian akibatnya. Sementara dari data Badan Kesehatan Dunia (WHO) terakhir, kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh terbesar ketiga di Indonesia, mengikuti setelah penyakit jantung koroner dan tuberkulosis (TBC).

Dari data yang sama disebutkan, 67% korban kecelakaan lalu lintas berada di kisaran usia produktif, yakni 22 hingga 50 tahun. Sekitar 400.000 korban dibawah usia 25 tahun yang meninggal di jalan raya dengan prevalensi rata-rata kematian 1.000 anak-anak dan remaja setiap harinya.

Angka kejadian kecelakaan pada prinsipnya menurun, namun faktor pencetus paling besar adalah kelalaian manusia. Selanjutnya, apakah Christopher sang pelaku penabrak 4 korban jiwa tersebut termasuk pada kategori kelalaian manusia? Berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Kelalaian Manusia

Meskipun angka kejadian ditemukan menurun dari tahun ke tahun, prosentase angka sebab kematian dari kasus kecelakaan meningkat. Dari data Kepolisian RI, angka kasus pada 2011 adalah sebanyak 109.776 kasus dengan angka kematian 31.186 jiwa (35% dari angka kejadian). Sementara di tahun 2012 angka kejadian kecelakaan lalu lintas adalah sebanyak 109.038 kasus dengan angka kematian sebanyak  27.441 jiwa, yang berarti sebesar 39% dari angka kejadiannya.

Kejadian ini merupakan analogi fenomena gunung es yang muncul di permukaan. Kita mutlak tidak dapat melepaskan diri dari aspek transportasi, dimana peran vital dalam penunjang aktivitas sosial dan ekonomi menjadi tulang punggung. Maka fenomena kecelakaan lalu lintas yang muncul di permukaan ini jelas memberikan dampak signifikan ke berbagai aspek kehidupan.

Kelalaian manusia merupakan faktor utama terjadinya peningkatan angka kecelakaan lalu lintas. Kelalaian yang ada juga banyak difaktori oleh aspek kesehatan pengguna kendaraan yang berlalulintas. Untuk kasus tersangka kasus tabrakan di Pondok Indah, Christopher polisi masih melakukan pendalaman kategori kelalaian manusia. 

Selain kelalaian manusia penyebab kondisi jalan dan kelayakan kendaraan serta performa penegakkan hukum lalu lintas juga menjadi faktor lainnya.

Sedahsyat apapun usaha dan program pemerintah dan pihak otoritas dalam upaya menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas, sejatinya kembali lagi ke aspek kesadaran ketertiban dan moral pengguna lalu lintas juga kesadaran kesehatan yang bertanggung jawab dalam menunjang penyelenggaraan berlalu lintas yang sehat dan selamat.

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar