Sukses

Konsumsi Ganja Berkaitan dengan Perubahan Struktur Otak

Ada penelitian di Inggris mengungkapkan bagaimana ganja dapat merubah struktur otak, hal ini dikaitkan juga dampak gangguan kejiwaan yang ditimbulkan. Berikut penjelasan dr. Dayen Tri Rejeki Herdiana disini.

KlikDokter.com - Penelitian terbaru telah membuktikan bahwa pemakaian ganja dalam jangka waktu lama dan dalam jumlah yang banyak, berkaitan dengan abnormalitas struktur otak.

Peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menemukan bahwa hipokampus dan amygdala (salah satu bagian di otak), berukuran lebih kecil pada pengguna ganja berat dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi ganja. Reduksi volume rata-rata berkisar 12% di hipokampus dan 7,1% di amygdala. Penggunaan ganja juga berkaitan dengan gejala dari gangguan psikotik.

“Penemuan ini membantah persepsi yang tersebar luas mengenai penggunaan ganja yang tidak menyebabkan sekuel kelainan organ tubuh. Meskipun penggunaan yang sedikit tidak akan menyebabkan efek neurotoksik (kelainan pada saraf), hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa konsumsi ganja dalam jumlah banyak setiap harinya dapat mengakibatkan toksik untuk jaringan otak manusia,” kata peneliti tersebut.

Didapatkan data bahwa 15 juta penduduk Amerika menggunakan ganja setiap bulannya. 3,4 juta penduduk konsumsi setiap harinya dengan durasi 12 bulan atau lebih, dan setiap tahunnya 2,1 juta penduduk mulai mengkonsumsi obat-obatan. Penelitian ini dipublikasikan pada bulan Juni 2008 dalam Archives of General Psychiatry.

Bagaimana ganja dapat mempengaruhi struktur otak? Berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Mekanisme Belum Jelas

Ini adalah penelitian pertama mengenai efek dari ganja dalam jumlah dan jangka waktu yang lama yang dapat mengakibatkan reduksi dari volume hipokampus. Di dalam penelitian itu, disetujui bahwa penggunaan ganja yang meningkat juga dapat meningkatkan gejala psikotik.

Para peneliti memberikan hasil MRI dari 15 pria yang mengkonsumsi 5 linting ganja sehari selama 10 tahun. Umur rata-rata subjek penelitian berkisar 39,8 tahun dengan rata-rata pemakaian 19,7 tahun, dan tidak memiliki riwayat penggunaan narkotik lainnya atau riwayat gangguan mental. Hasil MRI menyatakan bahwa ketika dibandingkan hasil dari para pengguna dengan 16 orang kontrol yang tidak memakai ganja, didapatkan bahwa tidak jelas apakah reduksi volume tersebut berasal dari kehilangan neuron atau sel glia, perubahan dalam ukuran sel, atau reduksi dalam densitas sinaptik. Para peneliti menyatakan bahwa diperlukan penelitian lagi untuk menjelaskan mengenai mekanisme penyebabnya.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa volume hipokampus pada pengguna ganja berkaitan dengan pajanan kumulatif ganja di sebelah kiri, namun tidak di kanan, hemisfer otak (belahan otak)- suatu penelitian yang menggambarkan bahwa hipokampus bagian kiri lebih rapuh terhadap efek ganja dan lebih berkaitan dengan munculnya gejala psikotik.

“Prospektif jangka panjang dalam penelitian longitudinal dibutuhkan untuk menentukan mekanisme dan efek dari penggunaan ganja dalam jangka waktu lama dan waktu yang dibutuhkan untuk kembali normal setelah penghentian pemakaian.”

Sumber : Arch Gen Psychiatry. 2008;65:694-701. Abstract

0 Komentar

Belum ada komentar